oleh

Menparekraf Sandiaga Uno Beri Dukungan Moril Seniman Bali

DENPASAR | Letternews.net — Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno menekankan “kesehatan adalah hal utama yang perlu diperhatikan saat ini. Namun demikian, beban masyarakat sudah cukup tinggi di masa pandemi, maka pemerintah wajib hadir memberikan dukungan bagi warga Bali, yang kini paling terdampak atas sepinya kunjungan pariwisata,” ujar Menparekraf Sandiaga Uno yang hadir memberikan dukungan moril bagi seniman yang hadir di Grya Santrian, Sanur, Senin (28/12) kemarin.

Selain bertemu para seniman, Menparekraf Sandiaga Uno akan memberi dukungan terhadap sektor mikro ke depan di Bali dan beberapa daerah yang dikunjunginya. Karena, pelaku ekonomi kreatif memiliki keterkaitan dengan usaha-usaha di bidang kepariwisataan di tanah air.

Menparekraf Sandiaga Uno juga mengajak masyarakat Bali tidak terpecah belah oleh sentimen-sentimen politik dan isu yang sifatnya memicu kekisruhan publik. Di mana ke depan baik pemerintah pusat dan daerah sedang bekerja keras membangkitkan pulihnya pariwisata Bali, tentu sesuai protokol kesehatan.

“Mari kita bersama bersatu padu dan jangan kita terpecah belah, visi pariwisata Bali dari Pak Gubernur Bali sudah berbasis budaya, kearifan lokal, berkelanjutan, dan sehat. Saat ini pula, di Bali membutuhkan dana hibah yang diperluas dan akan kita perjuangkan, juga bantuan kepada masyarakat yang tidak memiliki penghasilan juga segera kita utamakan,” tandasnya.

Seniman Indra Lesmana menilai bahwa kedatangan Menparekraf Sandiaga Uno ke Sanur adalah untuk melihat, menghidupkan, dan memberi motivasi bagi seniman Bali, agar ke depannya mampu beradaptasi dan berkarya kembali di tengah pandemi.

“Banyak track record seniman di Sanur dan dukungan dari Santrian Gallery Sanur, kami pernah membuat Sanur Village Festival telah berlangsung 15 tahun dan menjadi 5 besar terbaik festival di Indonesia. Dan sayang sekali di tahun ini Sanur Village Festival tidak bisa dijalankan, harapannya ke depan bisa berjalan kembali,” tutur Indra.

Pihaknya menilai tidaklah mudah menjadi pemimpin di era Covid-19 ini dan masyarakat ketahui bersama pariwisata adalah hal yang terpenting di Bali, dan untuk itu pariwisata yang paling terdampak di Indonesia adalah Bali.

Ida Bagus Gede Sidharta selaku Ketua Badan Promosi Pariwisata Daerah Kota Denpasar dan pemilik Grya Santrian Grup menilai bahwa perlu dilakukan komunikasi lebih lanjut baik pelaku pariwisata dan pemerintah untuk menekan pandemi yang dampaknya sudah sangat terasa di kalangan pelaku pariwisata di Sanur dan seluruh Bali.

“Jadi pariwisata itu adalah traffic manusia, begitu ada dilihat orang ke suatu tempat (menarik dikunjungi) pasti orang-orang lain akan mengikuti. Ya tentu harus ada komunikasi antara pemerintah dan pelaku pariwisata untuk saling memberikan solusi agar tetap ada pemasukan bagi hotel-hotel di Bali, minimal kita bisa bayar karyawan dan listrik,” harap Sidharta juga pelaku PHRI Denpasar ini. (Zal)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *