oleh

PT Solid Gold Sepakat Damai Dengan Nasabah, DPRD Bali Jadi Mediator

DENPASAR | Letternews.net — Rekonsiliasi pertemuan PT Solid Gold Berjangka Bali (PT SGB Bali) dimediasi oleh Komisi II DPRD Bali dengan tujuan memberikan penjelasan atas polemik nasabah di investasi Perdagangan Berjangka Komiditi (main saham) dan telah berakhir dengan damai. Selasa (15/12).

Menurut Kepala Cabang PT SGB Bali, Peter Christian Susanto, persoalan bersama puluhan nasabah sejak Maret 2019, kini dianggap tuntas dan dari manajemen PT SGB Bali ke depan akan memberikan edukasi sebagai perusahaan yang legal dan terdaftar. Puluhan nasabah sebelumnya memang ada yang melakukan pengaduan baik keuntungan dan kerugian, hal itu dipaparkan dengan kasus yang berbeda-beda.

“Kami akan menjalankan PT SGB Bali lebih baik ke depannya, selain sudah damai dengan nasabah dan atas nama manajemen siap memberi pelayanan dan pengalaman baru bagi masyarakat Bali,” ujarnya,

“Edukasi PT SGB Bali memang belum meluas, maka dari itu kami berupaya tingkatkan komitmen dan edukasi sejelas-jelasnya tentang bisnis ini (saham). Sebab, peluang dari bisnis ini cukup baik asal dijalankan dengan manajemen resiko yang baik pula,” katanya.

Keberadaan PT SGB Bali merupakan kantor pialang berjangka berizin resmi dari Bappebti dengan nomor 0001/BAPPEBTI/PT/7/2018. Selain itu, PT SGB yang menjadi induk kantor adalah perusahaan pialang berjangka komiditi yang telah berdiri sejak Tahun 2015 di Indonesia, PT SGB diketahui sudah memiliki 6 kantor tersebar di Jakarta, Semarang, Palembang, Makassar, Manado, dan Bali.

Yesi N. Sari selaku Legal dan Kepatuhan PT SGB Bali menambahkan penyelesaian keuangan dengan nasabah disesuaikan atas masing-masing account nasabah dan sesuai pedoman yang berlaku.

“Pada prinsipnya kami sudah selesaikan sesuai pedoman dan peraturan perundang-undangan yang berlaku, penyelesainnya itu sudah damai. Nilai kerugian nasabah itu privasi ya, berdasarkan analisa kronologi nasabah kami,” katanya.

Ketua Komisi II DPRD Bali IGK Kresna Budi menjelaskan permasalahan masyarakat dengan pihak PT SGB Bali sudah tuntas. Hal ini langkah awal untuk memahami bagaimana edukasi sistim investasi dan saham di era digital. Masyarakat Bali yang bermain saham juga supaya lebih aman ke depannya.

“Kami harapkan PT SGB berbenah lebih baik lagi dan masyarakat kita lebih terbuka terhadap investasi. Selain itu, jika masyarakat memiliki masalah alangkah bijaknya dapat melibatkan DPRD untuk rembuk dan memang tugas kami untuk memediasi masyarakat,” jelasnya sekaligus.

Cok Gede Agung menegaskan, privasi atas nilai bermain saham nasabah yang menuntut ganti rugi sudah diselesaikan secara baik dan dewan sudah fasilitasi aduan para nasabah bersama PT SGB.

“Masalah berapa biaya dan berapa masyarakat memperoleh keuntungan atau kerugian itu kan privasi bagi perusahaan dan kita juga tidak tahu. Persoalan teknis nasabah sudah clear dan kalau ada masalah lagi akan kami panggil PT SGB lagi,” tegasnya. (Zal)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *