oleh

Massimo Gelar Free Hand Made Cheese Tasting

DENPASAR | Letternews.net — Massimo, restauran Italia yang berlokasi di Jl. Danau Tamblingan no 228 Sanur, Bali menggelar kegiatan Free Hand Made Cheese Tasting with Chef Massimo pada Kamis (12/11/2020).

Restaurant Massimo diambil dari nama sang pemilik restauranya sendiri yaitu Massimo. Pria berkebangsaan Italia yang datang ke Bali, Indonesia 24 tahun lalu, tepatnya pada Oktober 1996.

Massimo mengatakan saat di temui Media Letternews.net bercerita bahwa pertama kali datang ke Bali, ia membuat gelato. Karena saat itu belum ada gelato yang terkenal di Bali. Kemudian dangan seiring berjalannya waktu akhirnya Massimo menambah produksinya antara lain membuat fresh pasta juga memproduksi hand made cheese yang sudah berjalan selama 8 tahun terakhir.

Beberap jenis cheese yang di produksi dan di perkenalkan kepada para customer dalam acara Free Cheese Tasting With Massimo adalah : Primosale yang terbuat dari 100% susu sapi, Caprino terbuat dari 100% susu kambing, Capricciotta terbuat dari 50% susu sapi dan 50% susukambing ,(1 week matured), Caprino Matured terbuat dari 100% susu sapi dan kambing, (1 week matured), Piccanate terbuat dari 100%susu sapi (1 week matured), Paglierino terbuat dari 100% susu sapi ,( 2 weeks matured), Beltomo terbuat dari susu kambing, (2 weeks matured)Tumazzu terbuat dari 50% susu sapi dan 50% susu kambing.( 2 weeks matured)

Ada juga beberapa jenis jam yang dibuat sendiri di resraurant Massimo antara lain : marmellata mango jam, lemon marmalade, kintamani marmalade, chili chutney (mild), mulberry and apple jam.

Datang ke Bali untuk satu project, yaitu mengajar orang-orang Indonesia untuk memasak masakan Italia.

“Semua pekerja datang dari kampung tanpa pengalaman. Jadi saya ajari dari nol sampai bisa. Setelah belajar beberapa tahun akhirnya product bertambah banyak,itu yang membuat saya semangat dan menginspirasi, akhirnya restaurant saya menjadi spesial”. Ujar Massimo, pemilik Massimo restaurant kepada awak media.

Di acara Free Tasting ini, Massimo mengajarkan cara tasting cheese dan memberikan awareness kepada customer. Memberitahu bahwa semua cheese di Massimo adalah hand made kecuali parmesan cheese yang diimport langsung dari Italia. (Maha)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *