oleh

Peresmian Koperasi Arak Semeton Bali, Lebih Baik di Atur, Dari Pada Bersembunyi

DENPASAR | Letternews.net — Berawal dari beberapa anak muda yang terkena masalah hukum, karna berjualan arak di tengah pandemi Covid 19, dan kemudian melapor kepada DPD RI terkait masalah tersebut.

Terkait dengan hal itu DPD RI mengumpulkan dan mensosialisasikan, serta menggandeng Bea Cukai, menggangdeng Dinas Provinsi untuk menengahi masalah-msalah yang ada di lapangan. Perlu di ketahui anak-anak muda yang berjualan arak ini, dulunya adalah pekerja di dunia pariwisata yang banting stir karna terkena dampak Covid 19.

Penjualan arak pun, terutama pasca pandemi ini cukup tinggi di Bali. Bahkan sudah hampir menggeser minuman beralkohol yang di produksi oleh pabrik-pabrik resmi. Maka dari itu, sesuai dengan kesepakatan kami pada bulan Mei, kami sepakat mebentuk koperasi arak dan membantu mendaftarkan ke Kementrian Hukum, NPWP, serta Kementrian Keuangan sampai tuntas.

Maka dari itu, pada hari ini Rabu 28 Oktober 2020 sudah sah berdiri Koperasi Arak Semeton Bali, dengan jumlah 569 anggota dan 900 anggota paguyuban.

Kami berharap pemerintah juga lebih sadar, bahwa yang di jual sebagian besar bukan arak murni, tetapi banyak turunan seperti produk coktail, infuse, jamu dan juga herbal. Dan syukurlah selama 5 bulan ini, sudah tertata rapi semuanya.

Selanjutnya Koperasi Arak Semeton Bali akan berkomunikasi dengan Bea Cukai dan Dinas Provinsi untuk di bina seperti itu. Karena ada potensi cukup besar kedepannya

Perjuangan kita selanjutnya adalah meyakinkan Menteri Keuangan agar Bea Cukai arak tidak tinggi. Saya memiliki prinsip, “Lebih baik mengatur dengan baik, di banding diam-diam dan sembunyi-sembunyi”. Karna akan lebih baik di bina serta di arahkan ujar Anggota DPD RI Dr. Arya Wedakarna. (Zal)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *