oleh

Tanpa APD, Pekerja Proyek Pasar Sukawati Beresiko Tinggi Fatality Accident

GIANYAR | Letternews.net — Nasib pekerja kasar (buruh,red) masih belum sepenuhnya terjàmin. Baik dari segi pendapatan maupun keselamatan dalam bekerja. Tak itu saja masih rendahnya SDM dari para buruh serta kurang kesadaran dari sang buruh itu sendiri tentang, keselamatan dalam bekerja. Selain beberapa faktor tadi, pihak pemberi pekerjaan juga di tuntut untuk lebih tegas dalam memberikan pengertian tentang keselamatan kerja (K3 S).

Hal ini masih terlihat di beberapa proyek milik Pemerintah, baik yang didanai dari APBN maupun ABPD, para pekerja yang seharusnya memakai APD ( Alat Pelindung Diri,red). Ternyata masih banyak yang enggan menggunakan, dengan berbagai alasan.

Seperti nampak dalam poto pantauan wartawan Letternews pada Rabu, 7 Oktober 2020 di proyek pembangunan Pasar Sukawati, proyek yang dananya bersumber dari APBN dan berada di Satker Perumahan dan Tata Ruang Provinsi Bali tersebut, mengabaikan keselamatan diri para pekerja tanpa memakai peralatan pelindung diri.

Beberapa orang pekerja yang tengah melakukan tugas mereka tanpa APD, tidak menggunakan full body harness, yaitu alat pelindung diri yang dapat melindungi pekerja dari resiko terjatuh, saat bekerja di ketinggian.

Kondisi ini tentunya sangat berbahaya, karena dapat menyebabkan fatality accident (kecelakaan yang menyebabkan kematian) bagi para pekerja tersebut. Selain full body harness, mereka juga tidak dilengkapi dengan safety helmet dan hanya menggunakan safety vest (rompi).

Padahal, barang-barang tersebut merupakan APD standar yang harus dilengkapi oleh perusahaan penyedia jasa, terutama jasa konstruksi, sesuai dengan Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Republik Indonesia Nomor: Per.08/Men/VII/2010 tentang APD.

Kondisi ini menjadi paradoks, karena di sekitar lokasi nampak terpasang banner keselamatan dan kesehatan kerja, lengkap dengan gambar dan aturannya. Yang sepertinya dipasang hanya sekedar untuk formalitas semata.

Di konfirmasi terpisah pihak dari PT. PUTRA JAYA ANDALAN, melalui Kapro dilapangan, Komarudin melalui via WhatsApps pada hari, Rabu, 7 Oktober 2020 lalu perihal kondisi dilapangan, yaitu tentang pekerja tidak menggunkan APD tidak ada jawaban sampai berita ini di turunkan oleh redaksi Letternews.net (rd)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *