oleh

Chef Mudana, Sudah Malang Melintang di Dunia Cooking

DENPASAR | Letternews.net — Malang melintang di dunia cooking membuatnya harus berbuat sesuatu, jejak perjuangannya dari bawah sampai tingkat tertinggi dibagian masak-memasak sudah dicapainya, tak ada lagi yang bisa diraihnya selain kebebasan berekpresi secara total.

Tepatnya tanggal 9 September 2015 dia mendirikan cooking class, namanya chef Mudana Cooking Class Sanur, yang sekarang di google mendapatkan point bintang 4,9 yang artinya hampir mencapai kesempurnaan, seperti hidangan merk beer yang disuguhkan kepada kami sore itu.

Mulai (05/05) sampai saat ini tempat cooking classnya memang diliburkan karena wabah pandemi saat ini,”Bukan tidak ada yang ingin belajar disini, saya sengaja menolaknya, karena kita menghargai juga anjuran pemerintah untuk sosial distancing, tapi warung masih buka,” jelasnya sambil melebarkan senyuman khasnya yang tak pernah dia lepaskan itu membuat kami bertanya-tanya, apa resepnya?

“Walau saya belajar berbagai macam masakan, tapi saya lebih suka mengenalkan masakan Indonesia dan juga Bali kepada tamu saya, dari ornag biasa, pengusaha makanan, sampai chef profesional pernah belajar masakan khusus Indonesia dan Bali,” terang Mudana, sambil mempersilahkan kami mencicipi hidangannya.

 Bukan hanya di Sanur saja dia mengajarkan cooking class, tidak jarang juga beliau dibooking ke Belanda, Jepang, Australia hanya untuk ngajarin bikin bumbu kacang, “Saya kadang dibelikan tiket, akomodasi dan bekel yang tidak sedikit hanya datang ke negaranya untuk ajarkan mereka bikin bumbu kacang, tapi saya menikmatinya karena 1 hari sibuk prepare, 5 harinya berlibur,” ceritanya.

Sekarang Chef Mudana sudah punya orang kepercayaan, dia masih kerabatnya, yang juga mengawali kariernya di dunia kuliner, Chef Rai. “Awal saya ragu apa itu cooking class, tetapi lama-lama saya betah juga, banyak yang bisa saya kerjakan dan bisa lebih rilex, tanpa mengurangi kualitas,” sergahnya.

Waktu berlalu bincang-bincang kita, karena aturan pemerintah yang hanya boleh buka sampai jam 21.00 Wita, membuat kami harus bergegas pulang, dan Warung SMS nya harus tutup, padahal masih ingin mendengar kisahnya. (Ray)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *