oleh

IFBEC Sarankan Kepada Para Leader Hotel dan Restoran Agar Segera Disertifikasi New Normal

BADUNG | Letternews.net — IFBEC (Indonesian Food & Beverage Executive Association) Bali kembali menggelar Gathering di masa new normal. Gathering yang dilaksanakan di Sol By Melia Benoa Badung (09/09), dihadiri Kepala Seksi Pemasaran dan Jaringan Usaha Koperasi I Nengah Suwita S.Sos., Msi, yang mewakili Kepala Dinas Koperasi & UKM provinsi Bali.

Dalam sambutannya disampaikan, organisasi IFBEC yang telah memiliki wadah dalam bentuk Koperasi harus dikelola dengan baik oleh pengurus yang memiliki Integritas, kejujuran, dan disiplin.

“Jangan baru jadi pengurus sudah mengharapkan untuk mendapatkan apa, pengurus harus mempunyai prinsip apa yang bisa saya lakukan untuk membesarkan organisasi kita yaitu koperasi” Kata Nengah Suwita.

Menurutnya, IFBEC telah tepat membentuk sebuah Koperasi, karena melalui organisasi ekonomi ini dinilai akan bisa mensejahterakan anggota. Karena tujuan koperasi adalah mensejahterakan anggota selama koperasi dikelola dengan baik.

Pada kesempatan tersebut, ketua IFBEC-Bali, Ketut Darmayasa,S.IP, MM, CHT menyampaikan, bahwa Bali saat ini telah dibuka secara bertahap yang dimulai tanggal 9 juli. Sedangkan untuk wisatawan domestik dibuka pada tanggal 31 juli, namun rencana tanggal 11 september yang dibuka untuk wisatawan mancanegara dibatalkan. karena ditinjau dari beberapa hal, seperti belum dicabutnya permenkumham No. 11 Tahun 2020 , yakni tentang pelarangan sementara orang asing memasuki wilayah negara republik Indonesia.

“Selain itu belum sepenuhnya dari kita sadar untuk menjalankan minimum standar protokol kesehatan, serta terjadinya penambahan kasus covid-19. Yang akhir akhir ini mengakibatkan pembukaan destinasi untuk wisman untuk sementara di postphone” Jelasnya.

Ditambahkan, sebelum diselenggarakan festive season di pertengahan bulan desember, diharapkan situasi membaik dan Bali bisa dibuka untuk wisman.

Darmayasa juga menyarankan kepada para leader, baik yang di Hotel maupun di Restoran agar disertifikasi new normal.

“Bagi yang belum propertynya di sertifikasi new normal, agar segera mempersiapkan dan mendaftarkan usahanya ke tim verifikator baik di provinsi maupun di kabupaten kota guna mendapatkan pengakuan, bahwa usaha bidang pariwisata memiliki dan menerapkan standar usaha sesuai protokol kesehatan tatanan kehidupan Bali era baru” Katanya.

Selain itu disampaikan, dapat memastikan aspek keamanan, kenyamanan, dan kesehatan yang komprehensif bagi konsumen serta meningkatkan daya saing usaha pariwisata dari aspek produk, pelayanan dan pengelolaan sesuai amanat permendag 20 tahun 2020 , Pergub nomor 28 tahun 2020 dan SK gubernur Bali no 355/03-L/HK/2020.

“Ditengah pandemi covid-19 ini kita mesti bisa meningkatkan keinginan, dedikasi, tekad dan disiplin agar bisa produktif dan kreatif serta menjadikan tantangan saat ini sebagai potensi perubahan besar untuk kemajuan bersama” Ujarnya.

Dalam paparannya juga disampaikan, saat ini IFBEC-Bali telah memiliki koperasi pemasaran KP-BSM (Koperasi Pemasaran-Bali Sejahtera Matangi) sebagai bentuk dukungan terhadap pemerintah terutama dengan di keluarkan pergub nomor 1 tahun 2020, tentang tata kelola minuman fermentasi dan destilasi khas Bali, guna membantu meningkatkan kesejahtaeraan para petani pengrajin minuman lokal.

Sementara ketua KP-BSM Ketut Worabawa berharap, pada situasi saat ini sebaiknya dilakukan beberapa langkah, yakni memperbanyak pelatihan bisnis online yang aman, serta membuka peluang bisnis jasa pengadaan bahan sesuai kebutuhan, dimana pihak pemerintah jadi mediator. (rl)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *