oleh

Shalahuddin, Kita Harus Cari Solusi Terbaik Untuk Ekonomi Bali Agar Bisa Berputar

DENPASAR | Letternews.net — Rakyat Bali diambang kegamangan akibat dari dampak kebijakan yang PHP terkait batal dibukanya pintu masuk turis mancanegara 11 September 2020 lalu

“Seharusnya Pemerintah Pusat bisa membantu menstimulus ekonomi bali, karena yang paling terdampak covid19 adalah Pulau yang kita cintai ini.” Ucap Shalahuddin saat di temui. Kamis, 27/8/2020.

Disamping itu, Pemerintah Daerah juga diharapkan menjadi pioner dalam memberikan solusi kepada rakyat yang hampir seluruhnya bergantung pada pariwisata. Kata Ketua Partai Bulan Bintang DPW Bali itu

Penggerak roda ekonomi Bali adalah Pariwisata. Penggambaran sederhananya, ketika ada orang berwisata ke Bali, tentunya mereka akan membelanjakan sejumlah uang. Dari nilai yang dibelanjakan itu akan berputar mulai dari belanja konsumsi tingkat premier sampai pada tingkatan tersier paling tinggi.

Wacana Campaign untuk menarik wisatawan domestik, Gagal karena diwajibkannya Rapid Test setiap kali masuk bali. Sebagai contoh satu keluarga 4 orang harus mengeluarkan paling tidak 600rb untuk biaya rapid dengan masa berlaku 2 minggu. Mereka sdh berpikir ulang datang berlibur ke bali. karena sekalipun banyak Promo Tiket Murah (Destinasi Wisata) ataupun Promo Hotel Murah, mereka harus bayar rapid test yang oleh sebagian orang dianggap tidak memiliki relevansi terhadap status positif atau negatif covid19, karena mereka menganggap hanya test swab yg paling relevan.

“Harus ada solusi untuk masalah ini, khususnya dari Pemerintah Daerah” Kata Shalahuddin

Setiap detik, Pemda harus tercurah pikirannya untuk menyelamatkan Rakyat bukan hanya dari segi pencegahan covid, tapi jga ekonomi rakyat.

Bisa saja dibuatkan kebijakan pada setiap pintu masuk fasum atau akses masuk bali, bagi setiap orang yang memiliki suhu badan diatas 37.5° disarankan untuk test rapid, tapi untuk orang yang memiliki suhu badan dibawah itu tidak perlu dikenakan rapid test. Kembali lagi, kita mencari solusi terbaik agar ekonomi bali bisa berputar dan wacana Campaign Wisata Domestik tidak hanya sebatas buaian tidur siang. (Rd)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *