oleh

SMP Nasional Denpasar Ingatkan Pentingnya PHBS Dalam MPLS Daring

DENPASAR | Letternews.net — MPLS tahun ajaran 2020/2021 semua satuan pendidikan di Bali menggelar masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS) secara dalam jaringan (daring). Salah satunya diselenggarakan Sekolah Menengah Pertama (SMP) Nasional Denpasar.

Kepala SMP Nasional Denpasar, Ni Putu Supadmi menjelaskan, pihaknya melaksanakan MPLS daring berbasis website selama 3 hari (13 – 15 Juli 2020).

Foto : Kepala SMP Nasional Denpasar, Ni Putu Supadmi

Pada MPLS kali ini, SMP Nasional Denpasar mengetengahkan materi seputar pola hidup bersih dan sehat (PHBS) terkait pandemi COVID-19, keselamatan berlalu lintas serta wawasan kebangsaan dan bernegara.

“MPLS tahun ini kami bekerjasama dengan Koramil, Puskesmas Denpasar Selatan, dan Polsek Denpasar Selatan. Sistem kami dengan memberikan materi itu, kami merekam dulu, rekaman itulah kami unggah ke web SMP Nasional, yang akan diikuti oleh seluruh siswa yang mengikuti MPLS tahun ini dengan memperhatikan, menyimak materi yang diberikan oleh semua narasumber di MPLS tahun ini,” katanya kepada wartawan di SMP Nasional Denpasar, Senin (13/7/2020).

Tidak sebatas 3 materi tadi, 232 siswa baru di SMP Nasional Denpasar juga wajib mengenal lingkungan sekolah. Pengenalan lingkungan sekolah kata Supadmi diselipkan dalam penyuguhan materi dari masing-masing pembicara.

“Nanti pada penutupan, baru ada live streaming, khusus kami sebagai pengelola pendidikan di SMP Nasional dan saya sebagai penanggung jawab, sebagai kepala sekolah, juga akan menyambut mereka dalam acara penutupan itu. Memberikan gambaran soal semua hal yang ada di SMP Nasional Denpasar,” ujarnya.

“Baik memperkenalkan guru-gurunya, ekstrakulikuler yang ada. Walaupun di web yang sudah diberikan itu profilnya sudah ada semuanya. Apa saja yang ada di SMP Nasional Denpasar,” tambahnya.

Disinggung pembelajaran, Supadmi mengemukakan, SMP Nasional Denpasar akan memulai proses belajar mengajar (PBM), Senin 20 Juli 2020. PBM masih dilaksanakan dengan mode daring berbasis website.

“SMP Nasional Denpasar tahun ini sudah dapat mengevaluasi proses pembelajaran secara online dari bulan Maret 2020. Karena terus kami pelajari, titik kelemahannya dimana, agar siswa kami itu gampang mengakses, gampang mengikuti. Untuk itulah kami sepakat menggunakan website. Makanya SMP Nasional memiliki website sendiri,” ungkapnya.

Meski melakukan PBM dalam jaringan, akan tetapi pihaknya disebut telah melakukan pembagian rombongan belajar (rombel).

Jika pada akhirnya Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) mengembalikan proses PBM tatap muka, SMP Nasional Denpasar dipastikan mengikuti instruksi tersebut.

“Kalau kami melihat di wilayah yang lain, seperti DKI Jakarta, Bogor, dan Jawa Timur, itu menggunakan ganjil dan genap. Seandainya seperti itu terjadi, kami sudah mempersiapkan anak didik kami untuk mengikuti proses pembelajaran seperti itu. Kami sudah siasati dari sekarang,” pungkas Supadmi. (rd)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *