oleh

PPDB Masi Buka, SMP Nasional Terapkan Protokol Kesehatan Covid

DENPASAR | Letternews.net — Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tingkat SMP, saat ini sedang berlangsung. Dimasa pandemi Covid-19 ini, penerapan protokol kesehatan di lingkungan sekolah, juga mulai diterapkan. Tak terkecuali di SMP Nasional Denpasar.

Menurut Kepala SMP Nasional Denpasar, Ni Putu Supadmi, terkait ketentuan protokol kesehatan, SMP Nasional sudah menyiapkan dari sejak awal pendaftaran sesuai aturan protokol kesehatan Covid-19. Seperti terkait prosedur mencuci tangan, pihaknya sudah menyiapkan di semua akses masuk di lingkungan SMP Nasional Denpasar. Kemudian, prosedur pengukuran suhu tubuh serta wajib menggunakan masker juga sudah diterapkan. “Selain untuk yang datang ke sekolah, petugas juga kami siapkan perlengkapan sesuai protokol kesehatan,” katanya saat ditemui, Selasa (30/6).

Selain penerapan protokol kesehatan tersebut, Supadmi menegaskan, dalam hal ini, menjaga kesehatan menjadi hal yang sangat penting selain juga protokol kesehatan. Karena, dengan menjaga kesehatan, penyakit akan bisa dihindari.

Dalam penerimaan siswa baru ini, untuk petugas yang menerima pendaftaran, setiap hari dijadwalkan secara bergiliran sesuai dengan jadwal piket. Dalam proses pendaftaran, juga tidak melibatkan banyak orang.

Sementara, sebagai persiapan menyambut siswa di tahun ajaran 2020/2021, SMP Nasional Denpasar sudah mempersiapkan sarana ruangan kelas dengan protokol kesehatan yang ketat. Pihaknya mengaku mempersiapkan sesuai aturan tempat duduk siswa.

“Dalam suasana normal, untuk satu kelas atau satu rombongan belajar (rombel), biasanya diisi sebanyak 32 orang siswa. Namun, kedepan, apabila ada aturan atau prosedur dari pemerintah, kami akan mengikuti aturan tersebut,” terangnya.

Lebih lanjut dikatakan, di setiap ruangan kelas, pihaknya juga sudah menyiapkan hand sanitizer. Tak sampai disana  untuk memastikan ruangan kelas nyaman, pihaknya juga rutin melakukan pembersihan dan penyemprotan disinfektan, dua kali dalam seminggu. “Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa kesehatan peserta didik bisa terjamin,” yakinnya. (BP)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *