oleh

Adanya Pandemi Covid-19, Pertumbuhan Ekonomi Bali Pada Triwulan I 2020 Menjalani Kontraksi 1,14%

DENPASAR | Letternews.net — Pandemi covid-19 yang melanda Indonesia selama beberapa bulan terakhir ini membawa dampak bagi seluruh sektor perekonomian di Indonesia.  Kususnya Bali dengan pandemi covid-19, pertumbuhan ekonomi Bali pada Triwulan I 2020 menjalani kontraksi menjadi 1,14% (yoy) seiring dengan tertahannya kunjungan wisatawan ke Bali. Dari sisi pengeluaran, hampir semua komponen mengalami kontraksi, kecuali konsumsi rumah tangga yang masih tumbuh positif. Demikian juga dari sisi lapangan usaha. Hampir seluruh lapangan usaha utama Bali mengalami kontraksi kecuali pertanian dan konstruksi. Jelas Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali Trisno Nugroho,  pada 24 Juni 2020. Saat penyerahan bantuan sarana kesehatan & sembako  bagi UMKM binaan KPwBI Provinsi Bali dan warga yang terdampak Covid-19

Lanjut Trisno Nugroho pertumbuhan ekonomi nasional diperkirakan menurun pada triwulan II 2020. Ekspor menurun sejalan dengan kontraksi perekonomian global, sementara konsumsi rumah tangga dan investasi menurun sejalan dampak kebijakan PSBB yang mengurangi aktivitas ekonomi. Ekonomi diperkirakan akan mulai menguat pada triwulan III 2020 sejalan relaksasi PSBB sejak pertengahan Juni 2020 serta stimulus kebijakan yang ditempuh. Pertumbuhan ekonomi Indonesia diperkirakan menurun pada kisaran 0,9% – 1,9% pada 2020 dan kembali meningkat pada kisaran 5,0% – 6,0% pada 2021.  Pada bulan Mei 2020, Bali tercatat mengalami deflasi sebesar 0,11% (mtm), sedikit lebih rendah dibandingkan deflasi bulan sebelumnya (-0,33%) dan berbeda arah dengan inflasi nasional yang sebesar 0,07% (mtm). Komoditas penyumbang inflasi utama antara lain angkutan udara, daging ayam ras, bawang merah, cumi-cumi dan kangkung.

UMKM sebagai salah satu roda penggerak perekonomian Indonesia juga tidak luput dari dampak pandemi covid-19. Demikian juga dengan UMKM Binaan KPwBI Provinsi Bali. Hampir seluruh UMKM Binaan KPwBI terdampak covid-19. Dampak yang dirasakan lebih kuat adalah yang bergerak di sektor kerajinan/industry kreatif/pariwisata. Meskipun telah melakukan shifting produksi menjadi masker bagi UMKM garmen/fashion serta meluncurkan inovasi produk-produk baru, namun sejumlah UMKM merasakan jatuhnya penghasilan dari ketergantungan terhadap sektor pariwisata. Bank Indonesia Provinsi Bali tentu tidak berdiam diri. Melalui Program Sosial Bank Indonesia (PSBI), KPwBI Provinsi Bali telah melakukan pemberian paket APD dan sarana kesehatan serta paker sembako kepada gugus tugas covid-19 di Kota Denpasar, RSUP Sanglah, RSUD Wangaya, dan RSUD Klungkung. Kata Trisno Nugroho

KPwBI Provinsi Bali menyalurkan 1.750 paket sarana kesehatan dan sembako yang terdiri dari 1 pcs hand sanitizer 100 ml, 10 kg beras, 3 kg gula pasir dan 3 kg minyak goreng.  penerima bantuan adalah 1.550 orang anggota dari 31 kelompok UMKM Binaan  dan mitra UMKM KPwBI Provinsi Bali serta warga di lingkungan rumah dinas Bank Indonesia yaitu Banjar Tatasan Kelod dan Banjar Tatasan Kaja masing-masing sebanyak 100 paket sembako. (rd)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *