oleh

Ditengah Pandemi, Anggota MPR RI Rai Wirajaya Libatkan Kwarda Bali Gelar Sosialisasi 4 Pilar Secara Daring dan Luring

DENPASAR | Letternews.net — Anggota Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia I Gusti Agung Rai Wirajaya, SE, MM melakukan terobosan dalam penyelenggaraan Sosialisasi Empat Pilar MPR  RI. Dengan melibatkan anggota  Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Bali secara daring (dalam jaringan) dan luring (luar jaringan). Minggu, 14 Juni 2020.

Webinar (Web Seminar), sosialisasi empat pilar untuk pertama kalinya dilakukan menggunakan media daring aplikasi Google Meet  itu di narasumberi oleh I Gusti Agung Rai Wirajaya, SE, MM, DR. Dra. I Gusti Ayu Diah Yuniti, M.Si dan Ir. Ketut Witarka Yudiata, M.T.

Foto : Foto : Sosialisasi 4 Pilar

I Gusti Agung Rai Wirajaya mengatakan pentingnya pemahaman dan pelaksanaan nilai-nilai Empat Pilar MPR RI bagi setiap warga Negara di seluruh wilayah tanah air utamanya   dalam kondisi pandemik covid-19 yang sedang melanda bangsa Indonesia.

Anggota DPR RI ini mengungkapkan, kehadiran virus Covid-19 bukan berarti menjadi alasan, terutama bagi kaum muda, untuk tak melakukan kegiatan berharga. Ruang kreativitas kebangsaan tak boleh mati lantaran kedatangan pandemi.

“Atas dasar itulah, Sosialisasi Empat Pilar MPR yang punya dampak positif terhadap kehidupan masyarakat, tak akan berhenti hanya karena pandemi. Sosialisasi tetap berjalan, namun dengan cara yang berbeda dengan menerapkan Protokol Kesehatan, seperti Memakai Masker, Menerapkan PHBS,” ungkap Rai Wirajaya.

 “Kami berharap kepada anak muda kususnya anggota pramuka punya spirit yang kuat, dalam menyerap hal-hal baik. Termasuk tentang empat pilar kebangsaan ini, yakni Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika. Itulah kenapa, saya undang anak-anak muda di sosialisasi empat pilar ini, agar mereka paham betul fungsi dari empat pilar tersebut dalam menjaga keutuhan bangsa,” katanya.

Sedangkan Ketua Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Bali, I Made Rentin menyambut baik acara yang diselenggarakan oleh MPR RI di Gedung Kwarda Bali.

“Jika memahami Pancasila dan UUD 1945 dengan baik, anak muda akan lebih mencintai NKRI sebagai bentuk negara dan menjalankan falsafah Bhineka Tunggal Ika dengan baik pula, sehingga kehidupan masyarakat lebih tenteram dan damai,” ujarnya Rentin.

“Salah satunya, dengan membumikan empat pilar kebangsaan. Sebab, ini yang akan membentengi Indonesia dari aksi kelompok-kelompok yang ingin menggantikan Pancasila,” tandas Made Rentin.

Dia berharap, peserta sosialisasi nantinya bisa meneruskan pengetahuan yang diperoleh terkait empat pilar kebangsaan kepada masyarakat secara lebih luas. Sehingga, pemahaman tentang Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika bisa menyentuh hingga bawah dan mengakar di hati masyarakat. (rd)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *