oleh

Situasi Pandemi COVID-19, SMP Nasional Lepas Lulusan Secara Daring

DENPASAR | Letternews.net — Dalam situasi Pandemi COVID-19 SMP Nasional Lepas Lulusan Secara Daring, Rabu, 11 Juni 2020

Saat ini seluruh sekolah dan perguruan tinggi menggunakan pola pembelajaran secara dalam jaringan (daring). Tidak sebatas proses belajar mengajar (PBM), seluruh lembaga pendidikan kini menerapkan pola online ketika melepas lulusan.

Salah satu proses pelepasan lulusan tahun ajaran 2019-2020 secara daring dilakukan Sekolah Menengah Pertama (SMP) Nasional Denpasar. Kepala SMP Nasional Denpasar, Ni Putu Supadmi menjelaskan, pelepasan lulusan online itu dilaksanakan melalui kanal live streaming.

“Dengan waktu relatif singkat, kalau tidak salah hanya dua hari, kami mampu mewujudkan, dan kami bisa melepas anak didik kami yang berjumlah 243 orang secara live streaming,” katanya kepada wartawan di SMP Nasional Denpasar, Selasa (16/6/2020).

“Jadi kami hanya menayangkan foto lulusan saja, terus kami tidak mengharuskan siswa untuk mengikuti. Tetapi kami tetap memberitahu mereka, bahwa akan diadakan pelepasan secara live streaming, silahkan anak-anak bagi yang ingin menyaksikan, karena ini momen berharga bagi mereka,” lanjutnya.

Meski pelepasan lulusan melalui pola online, akan tetapi pihaknya tetap melakukan penyerahan berita acara pelepasan lulusan kepada komite secara langsung.

“Kami melaksanakan penyerahan berita acara di Auditorium pada hari Senin tanggal 15 Juni 2020, tepatnya Pukul 10.00 WITA kami sudah menyelenggarakan itu,” ujarnya.

Sedangkan untuk pengambilan surat keterangan lulus, SMP Nasional Denpasar kata Supadmi menggunakan dua pola. Pola pertama yaitu menginformasikan langsung kepada orang tua dan siswa yang bersangkutan. Cara kedua, siswa dapat mengakses Surat Keterangan Lulus via website sekolah.

“Tetapi kebanyakan orang tua mencari kesini. Karena ingin mengetahui lebih jelas untuk petunjuk pelaksanaan (juklak) dan petunjuk teknis (juknis) PPDB (Penerimaan Peserta Didik Baru) itu sendiri. Padahal juklak dan juknis itu sudah kami kirim, tetapi tetap orang tua hadir ke sekolah,” ungkapnya.

Pihaknya disebut, tetap menerapkan protokol kesehatan secara ketat bagi orang tua dan peserta didik yang mengambil surat keterangan lulus di sekolah. Protokol kesehatan yang diberlakukan meliputi tes suhu tubuh menggunakan thermo gun ketika hendak masuk areal sekolah, cuci tangan dengan sabun di air yang mengalir, dan physical distancing.

“Itu pun kami layani hanya 10 orang setiap gelombangnya. Kalau sudah 10 orang selesai, baru bisa dilanjutkan 10 orang lainnya untuk mengambil surat keterangan lulusnya,” tutup Ni Putu Supadmi. (rd)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *