oleh

Walaupun Dunia Pariwisata Mati, Hotelier Peduli Rekan Media

DENPASAR | Letternews.net — Media merupakan bagian dari mitra kerja dalam pengelolaan industri perhotelan dan pariwisata untuk menyampaikan informasi kepada publik selain kegiatan promosi. Sehubungan hal tersebut, di tengah pandemi COVID-19 ini beberapa hotelier di Bali berinisiatif untuk menyediakan bantuan bahan makanan kepada rekan-rekan media, wartawan pada Senin, 25 Mei 2020.

K. Swabawa, CHA, selaku Koordinator Bantuan Untuk Rekan Media mengatakan ide ini kami sampaikan, banyak rekan-rekan kami menyambutnya dengan baik. Bantuan ini merupakan partisipasi sukarela dari rekan-rekan kami yaitu Ramia Adnyana, Nyoman Astama, Yati Artini, Eka Pertama, Darma Suyasa , Made Subrata, Yoga Iswara, Gede Ricky Sukarta, Pande Sutawan, Ketut Darmayasa, Wayan Muka, Siswo, Dewi Andriani, Ketut Kanten dan Agus Suananda.

“Kami sangat mengapresiasi atas sumbangan rekan-rekan hotelier yang diberikan secara pribadi ini, bukan atas nama lembaga atau perusahaannya. Dan berharap rekan-rekan media jangan melihat dari sisi nilai nominal atau jumlahnya. Namun bagaimana kita melihat sinergi dan kerjasama yang telah kita bina sejak awal dapat menguatkan persaudaraan, soliditas serta kolaboratif dalam rangka memajukan industri pariwisata kita “ Ucap Swabawa

Wakil Ketua IHGMA (Indonesian Hotel General Manager Association) Ramia Adnyana, penyerahan bantuan ini, bahwa bantuan yang diserahkan kepada rekan media ini merupakan salah satu bagian dalam suatu kerjasama saling mendukung selama ini antara industri perhotelan dan pariwisata dengan media massa.

“Kita semua sadar bahwa semua pihak dalam kondisi sangat susah saat ini. Rekan media yang tetap aktif dan harus kerja dalam memberitakan informasi dan perkembangan terkini terkait wabah virus corona ini perlu kita support agar tetap semangat dalam menjalankan tugasnya” Ucapnya.

Saat dibahas mengenai hunian dikatanya Meski tak beroperasi akibat wabah Covid-19, pengeluaran hotel masih cukup tinggi yakni sekitar 45 persen dari kondisi normal.

“Pengeluaran sebesar itu untuk listrik, air dan maintenance lainnya termasuk salary karyawan yang dirumahkan,” ujar Ramia Adnyana, di lobi Hotel Sovereign Tuban.

Karena itu, bila kondisi ini berlangsung lama, maka hotel tak kuat lagi membiayai operasional tersebut. Menurut Ramia yang juga GM Hotel Sovereign ini, kondisi ini sudah berat sejak tiga bulan lalu dimana hotel sudah tak lagi beroperasi. Hotel kini sudah megap-megap.

“Kekuatan kami di jajaran hotel hanya sampai Juni. Kalau tak bisa beroperasi awal Juli, kami sudah tak mampu lagi bertahan,” tambah Ramia didampingi K. Swabawa dan sejumlah pengurus IHGMA lainnya.

Karena itu para pelaku di industri pariwisata yang tergabung di IHGMA berharap ada kebijakan (pelonggaran) agar hotel bisa beroperasi meski secara bertahap dan terbatas. Ramia juga mengaku khawatir bila kondisi sekarang terus berlanjut tanpa ada dukungan dari pemerintah terhadap industri pariwisata (hotel) berupa bailout (dana talangan), mengingat dana hotel sudah hampir habis.

Apalagi kalau ini berlanjut sampai Oktober sebagaimana yang disampaikan dari Kemenparekraf. “Bila kondisi seperti ini dibiarkan sampai Oktober dan tak ada talangan dari pemerintah, giliran hotel yang akan mati,” tegas Ramia.

Karena itu ia berharap pemerintah bisa segera membuat kebijakan agar hotel bisa bergerak secepatnya sesuai rencana new normal. Menurut Ramia Adnyana, Bali sebenarnya sudah siap dengan kebijakan new normal tersebut.

“Kita tak masalah menjalankan new normal. Tinggal penambahan standar Covid-19 sesuai ketentuan WHO. Hotel sudah siap sekarang dan menunggu time line, yang sampai sekarang belum ada,” tambahnya.

Di sisi lain, Ramia mengakui potensi turis domestik sangat besar. Meski penularan lokal cukup tinggi. Namun dengan standar yang diberlakukan, ia yakin hal itu bisa diantisipasi. Demikian pula untuk turis mancanegara yang sangat menginginkan berwisata ke Bali. Ramia mencontohkan ada 300-an wisatawan Ukraina yang tetap bertahan di Bali. Karena bekalnya habis, mereka terpaksa kembali dengan pesawat carter (rd/gus)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *