oleh

SMA 1 Kuta Selatan Gelar Dharma Shanti Secara Daring

DENPASAR | Letternews.net — Memperingati hari raya Nyepi, Tahun Baru Saka 1942, SMA 1 Kuta Selatan menggelar acara Dharma Shanti. Secara daring Sabtu, 23 Mei 2020.

Dra. Luh Made Sri Yuniati., M.Pd. Selaku kepala sekolah mengatakan Dharma Shanti dalam ini memperingati Tahun Baru Saka 1942, mengambil tema wira widya dan Dharma dalam menghadapi musibah.

Kegiatan ini juga menjadi sarana bagi guru dan siswa untuk  terus mempererat dan menjaga tali silaturahmi serta rasa kekeluargaan. “Kegiatan ini sangat berarti dan menjadi contoh yang baik, agar para pendidik dan guru selalu merefleksikan diri kepada Maha Pencipta dan saling memaafkan diantara umat beragama dalam menyambut tahun baru saka 1942” ungkapnya.

Dharma Shanti Nyepi Online ini diikuti oleh seluruh keluarga besar SMA Negeri 1 Kuta Selatan, baik kepala sekolah, wakil kepala sekolah, Guru, pegawai, siswa kls X dan XI, pengawas sekolah dan komite

Adapun narasumber Dharma Shanti Prof. Dr. Drs. I gusti Ngurah Sudiana, M.Si, Rektor IHDN.

Dharma Shanti Nyepi Online di rangkaikan dengan dengan acara perpisahan untuk siswa Kelas XII atau Kelas 3 juga dilakukan secara daring.

Siswa Kelas XII telah menyelesaikan pendidikannya selama tiga tahun dan dinyatakan lulus

“Kami hari ini ada acara pelepasan siswa kelas XII secara daring, sebagai bentuk apresiasi atas kelulusan mereka,” kata Luh Made Sri Yuniati

“Acara pelepasan diikuti oleh seluruh peserta didik, guru maupun murid,” kata Luh Made Sri Yuniati

Luh Made Sri Yuniati menyebutkan, sangat rindu ingin bertemu dengan murid-muridnya siswa Kelas XII untuk bertatap muka langsung dan menyatakan kegembiraannya atas kelulusan mereka.

Namun, kelulusan maupun pelepasan siswa tahun ini tidak seperti tahun sebelumnya karena adanya pandemik COVID-19 yang mengharuskan siswa belajar dari rumah karena adanya aturan pembelajaran jarak jauh.

“Sebenarnya kita kepingin secara tatap muka langsung menyatakan selamat kepada peserta didik, tapi tidak bisa kita hanya bisa bertemu melalui video telekonferensinya itu, jadi cukup gimana perasaannya teraduk-aduk untuk anak-anak angkatan 2020 ini,” kata Luh Made Sri Yuniati

Saat pandemi Covid 19 Luh Made Sri Yuniati Hening ring jro soang-soang merupakan sikap bijak dalam pandemi Ccovid 19. Pandemi disikapi antuk tetap dirumah, belajar dari rumah, berdoa bersembahyang dirumah Sebagai wujudnyata SIPENG tutupnya (rd)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 komentar