oleh

Terkait Reposisi Struktur PBL Bali Pengurus Lama Terima Apapun Putusan Pusat

DENPASAR | Letternews.net — Pejuang Bravo Lima (PBL) adalah revolusi dari relawan Jokowi yang dulu nya adalah Bravo 5 yang di bentuk oleh Dewan pembina Luhut Binsar Panjaitan. Saat ini PBL pun sudah berubah menjadi organisasi masyarakat yang siap mendukung kepemerintahan presiden Jokowi.

Berbicara tentang pendukung Jokowi Bali merupakan persentase tertinggi yakni 92 % saat pilpres. Tiada lain juga peran masyarakat serta elemen organisasi yang lainnya. PBL pusat mengeluarkan SK pertama yakni SKEP/017-DPPPBL/2020 tanggal 29 Januari 2019 untuk PBL Bali. Dimana diketuai oleh I Putu Putra Jaya Wardana. SE.MT (MsTR) dan didampingi Sekretarisnya Eka Setiawansyah Hsb. S.Pd. M.Pd saat masih relawan sangat aktif membesarkan Bravo 5 di Bali.

Terobosan aktif untuk membesarkan Bravo Lima oleh kedua anak muda tersebut beserta struktur yang sudah dibentuk tidak hanya saja di relawan mereka sangat konsisten untuk membesarkan nama PBL saat sudah menjadi organisasi masyarakat sekalipun seperti melakukan kegiatan yang inovatif serta sosial di saat era COVID 19.

Saat ini tertanggal 14 April 2020 muncul SK baru, yang menggeser posisi ketua dan sekretaris oleh DPP pusat oleh figur yang dipilih oleh pusat dengan segala pertimbangan tanpa berkoordinasi dengan pola bottom up. Beberapa anggota yang aktif justru mempertanyakan dengan digantinya posisi tersebut dikarenakan keaktifan PBL di Bali dirasakan aktif dimasyarakat pada saat kepemimpinan mereka.

Salah satu anak muda idealis sekaligus anggota di PBL inisial Ar menanyakan bertanya “ Saya masih penasaran lho, mekanisme nya bagaimana? Ketua dan sekretaris diganti? Apa ada pergantian nya sesuai ADRT?dan berdasarkan pengalaman berorganisasi mau ganti pengurus harus rapat seluruh anggota.Bukan ganti-ganti secara tiba-tiba. “ Itu standar. Beretika didalam berorganisasi.

Saat ditemui ketua dan sekretaris yang lama ada beberapa poin yang disampaikan “Kami mematuhi apapun keputusan pusat yang penting kami sudah melakukan yang terbaik untuk PBL, kita tidak pernah membawa nama baik PBL kearah negatif malah kita menjaga dan memperkenalkan PBL dengan kaum milenial karena mereka lah yang akan meneruskan tongkat estafet kepemimpinan kelak. Beberapa kegiatan sudah di laporkan oleh ketua Dewan Penasehat yakni Gubernur Bali dan memberikan apresiasi kepada pergerakan PBL Bali.

Harapan kami pusat lebih bijak lagi didalam mengambil sebuah keputusan karena ini adalah organisasi besar bukan organisasi skala daerah. Minimal dirapatkan dulu dari internal daerah hasil laporan baru diajukan ke pusat. Takutnya ada laporan yang berlebihan tidak sesuai dengan situasi yang ada ujar Putra Jaya Wardana (rd)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *