oleh

Gerakan Tat Twam Asi, Edukasi Senjata Ampuh Untuk Menghadapi Pandemi Covid-19

DENPASAR | Letternews.net — Gerakan Masker Bersama Tat Twam Asi, kembali melakukan penyerahan bantuan kepda Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Bali tanggal 6 Mei di kantor Satgas Pemprov Bali.

Bantuan yang diserahkan berupa Baju Kaos yang bermotif edukasi dalam penggunaan masker yang bertujuan untuk memutus rantai penyebaran Covid-19 di Bali. Gerakan “TAT TWAM ASI” Saya Melindungi Anda, Anda Melindungi Saya, di inisisasi oleh Tokoh Intelektual Prof Dr I Nengah Dasi Astawa,M.Si sekaligus ketua LLDikti 8 melalui APTISI dan GHE serta didukung oleh stakeholder pariwisata dan instansi lainnya seperti BANK INDONESIA, PHRI, ITDC, IHGMA, BVA, IHKA, ICA, IFBEC, HFLA, BASCOMM, ASPERAPI, IVENDO, PERHUMAS, SUKSMA BALI, HCB, PAKARTI Garuda Indonesia, dan BALI INSTITUTE.

Prof. Dasi menambahkan bahwa Gerakan Masker Bersama berkomitmen untuk mendukung program dan upaya pemerintah dalam memutus rantai penyebaran Covid-19, baik dengan memberikan bantuan berupa APD atau masker dan juga yang terpenting adalah mengedukasi masyarakat, karena edukasi merupakan senjata yang paling ampuh dalam melawan Pandemi Covid-19. Ayo kita educate, commit, action dan continue, bersama kita bisa.

Ketua APTISI Wilayah VIII Bali, Dr. I Made Sukamerta, M.Pd, yang juga Rektor Unmas mengatakan bantuan ini digalang dari mahasiswa, dosen serta karyawan APTISI Bali yang beranggotakan 58 PTS. APTISI berkomitmen untuk menjadi bagian dari Gerakan Masker Bersama Tat Twam Asi dan bersama – sama membantu Stagas Pemprov Bali dalam menuntaskan masalah Covid-19 di Bali.

Sekretaris Daerah, Bapak Dewa Made Indra selaku Ketua Satgas Covid-19 Provinsi Bali sangat mengapresiasi Gerakan Masker Bersama yang dilakukan oleh APTISI dan Stakeholder Pariwisata sebagai gerakan bersama dalam memutus rantai penyebaran Covid-19 di Bali. Beliau sangat terharu dengan support yang diberikan para Relawan dari APTISI dan Stakeholder Pariwisata bahwa gerakan ini membuktikan bahwa tugas penuntasan Covid-19 tidak hanya dilakukan oleh Pemerintah, namum sudah menjadi tanggung jawab kita bersama.

Pak Sekda menyakini bahwa kita bisa melawan ini lebih cepat dan tuntas melalui gerakan bersama, yaitu dengan mendisiplinkan diri, menggunakan masker, social distancing dan menjalankan pola hidup sehat.

Strategi satgas sebelumnya focus pada pertahanan pintu masuk untuk mengantisipasi imported cases, sejak eskalasi kedatangan sudah menurun, maka sekarang lebih fokus pada pencegahan transmisi lokal. Sehingga Gerakan Masker Bersama Tat Twam Asi akan sangat membantu dalam mengedukasi untuk memutus rantai transmisi lokal.

Dalam kondisi Pandemi Covid-19 ini, Ketua Panitia Gerakan Masker Bersama, Yoga Iswara, BBA., BBM., MM., CHA menyampaikan bahwa kita akan memasuki transisi menuju tahapan A New Normal, artinya segala sesuatu yang akan kita hadapi kedapannya tidak bisa menggunakan pola-pola yang lama. Pandemi Covid-19 memaksa kita untuk masuk pada equilibrium baru dimana pola kesehatan, social distancing dan imunitas tubuh menjadi sangat penting untuk diri kita dan lingkungan sekitarnya termasuk bagaimana kita mengelola sebuah bisnis kedepannya. Virus Corona ini bisa saja tidak akan pernah berakhir secara total, ia akan menjadi bagian siklus alam seperti penyakit lainnya yaitu DB, Malaria, Flu, namun kami yakin paradaban manusia akan menemukan cara untuk mengatasinya salah satunya dengan adanya vaksin atau dengan merubah pola hidup kita. Things may never be the same again.

Nyoman Sugiartha, CHT, selaku Ketua Harian BPP IHKA mengingatkan pentingnya Gerakan Masker Bersama untuk saling melindungi dan sangat efektif untuk memutus rantai penyebaran Covid-19 di Bali. Program ini juga perlu diedukasi pada masyarakat hingga di tingkat desa, untuk menghindari jangkauan Pandemi yang bisa meluas dan masuk ke desa – desa di Bali. Semua masyarakat bisa berkontribusi dalam pemutusan rantai penyebaran virus ini, dengan menggunakan masker, menjalankan pola hidup yang sehat, tingkatkan imunitas dan ikuti intruksi pemerintah sebagai satu komando.

Ketua IFBEC, Ketut Darmayasa S.IP., MM., CHT menambahkan bahwa Gerakan Masker Bersama sebagai gerakan gotong royong dari Stakeholder Pariwisata yang bersinergis dengan pihak akademisi serta masyarakat dalam upaya memutus rantai penyebaran Covid-19 di Bali. Kita harus yakin bahwa bersama kita bisa dan kita berharap bahwa Bali menjadi daerah pertama di Indonesia yang bebas dari wabah Covid-19. kita akan upayakan semaksimal kemampuan kita untuk memutus rantai penyebaran Covid-19 di Bali, oleh karena itu mari kita bersama –sama bergotong royong, tidak saling menyalahkan dan tetap fokus pada himbauan satu pintu dari Pemerintah Provinsi Bali, kita sangat yakin badai Covid-19 astungkara pasti berlalu.

Jumlah bantuan yang diserahkan ke Satgas Pemprov Bali pada hari ini adalah 500 pcs berupa baju kaos Gerakan Masker Bersama untuk Relawan Satgas, sekaligus sebagai bentuk edukasi masyarakat untuk menggunakan masker dan bersama-sama memutus rantai penyebaran Covid-19. Sebelumnya pada hari senin 20 April 2020, Gerakan Masker Bersama telah menyerahkan bantuan tahap awal yaitu berupa APD Masker Kain 11.918 pcs, APD Tutup Kepala 10 Box, APD Sarung Tangan 70 box, Berbagai Vitamin, dengan total nilai sumbangan tahap pertama adalah sebesar Rp. 79.130.000. Penyelenggara berharap agar gerakan ini bisa menjadi spirit bersama dalam menghadapi Pandemi Covid-19 di Bali serta menjadikan Bali sebagai provinsi yang pertama bebas dari Covid-19. Bersama kita bisa! (rd/rls)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *