oleh

Tak Butuh Waktu Lama Pembobol SMP PGRI 7 Tertangkap Sat Reskrim Polresta Denpasar

DENPASAR | Letternews.net — Polisi hanya butuh waktu sehari untuk mengungkap pelaku pencurian 17 laptop di SMP PGRI 7 Panjer Denpasar Selatan (Densel), Minggu (26/4) lalu. Ya, pelaku bernama Taufik Hidayat (42) berhasil diringkus anggota Sat Reskrim Polresta Denpasar di tempat tinggalnya di Jalan Pulau Biak Gang 18 Nomor 6 B Denpasar Barat (Denbar), Senin (27/4) pukul 19.30 Wita. Lantaran berusaha kabur, kedua kakinya ditembak polisi untuk melumpuhkannya.

Direktur Reserse dan Kriminal Umum  (Dir Reskrimum) Polda Bali, Kombes Pol Andi Fairan mengatakan, kejadian itu diketahui pada pukul 06.00 Wita oleh I Made Wija (55) yang bekerja sebagai waker saat mematikan lampu dan bersih – bersih di sekolah. Ketika sedang bersih-bersih, warga Jalan Mandalasari Denpasar ini melihat terali besi salah satu ruangan sudah lepas. Setelah dicek, sebanyak 17 unit laptop berbagai merek raib.

Melihat kejadian tersebut, ia kemudian menghubungi seorang guru, Wayan Mundra (57). Selanjutnya Wayan Mundra melaporkan kejadian tersebut kepada guru komputer I Nyoman Budi Suartika (52). Oleh Budi Suartika melaporkan kejadian tersebut ke Mapolsek Densel laporan polisi nomor: LP-B/150/IV/2020/BALI/RESTA/SEK DENSEL, Tanggal 26 April 2020.

“Setelah menerima laporan itu, anggota langsung mendatangi lokasi kejadian memeriksa saksi – saksi dan melakukan olah TKP,” ungkapnya.

Selanjutnya polisi mendapatkan informasi ada orang yang menjual laptop di RTC/Rimo di Jalan Diponogoro Denpasar. Setelah meminta keterangan dari pembeli laptop menerangkan bahwa pelaku bernama Taufik dengan perawakan rambut tipis badan besar dan bertato tinggal di sekitaran Jalan Pulau Biak.

Pelaku akhirnya berhasil ditangkap saat sedang duduk di teras kosnya. Pelaku mengakui perbuatannya melakukan tindak pidana pencurian dengan pemberatan spesialis membobol kantor sekolahan. Namun saat dilakukan pengembangan menunjukkan lokasi kejadian, ia berusaha kabur sehingga ditembak polisi.

“Pelaku melakukan pencurian dengan cara merusak pintu dan juga jendela teralis menggunakan obeng,” terang Andi Fairan.

Kepada polisi, pelaku mengaku telah melakukan tindak pidana pencurian sebanyak 8 TKP dengan sasaran sekolah-sekolah, yaitu SMP PGRI 7 Panjer Jalan Waturenggong, SD 14 Dangin Puri Jalan Surapti, SMA Harapan Jalan Raya Sesetan, SDN 3 Pemecutan Jalan Gunung Penulisan, Yayasan Erlangga Jalan Akasia, SDN 5 Pedungan, SD di Jalan Batukaru dan SD di Jalan Tukad Banyusari.

“Masih kita dalami dan kembangkan lebih lanjut. Karena tidak menutup kemungkinan masih ada TKP yang lain,” ujarnya.

Sementara barang bukti yang berhasil diamankan, 9 unit laptop Lenovo, satu unit laptop Toshiba, tiga unit laptop Assus, satu proyektor merk Sony, satu buah kamera merk Cannon EOS 1100D dan satu buah handycam Sony.  (rd/patrolipost)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *