oleh

Pemerintah Harus Tegas Tentang Social Distancing dan Physical Distancing Diberbagai tempat di Denpasar.

DENPASAR | Letternews.net — Salah satunya kawasan wisata Pantai Sanur. Sebagai Kawasan pantai legendaris, salah satu penanda denyut pariwisata Bali, tampak lengang dan senyap.

Nyaris tidak ada aktivitas, restoran, hotel dan artshop hampir semua tutup. Hal ini dilakukan untuk melaksanakan aturan pemerintah untuk tinggal dirumah. 

Ketua Yayasan Pembangunan Sanur Ida Bagus Gede Sidharta Putra mengatakan,” pembatasan ini bersifat sementara sampai situasi lebih kondusif. dalam aktivitas keagamaan kami batasi sampai 25 orang.  Pembatasan sementara  kawasan pantai Sanur untuk menjalankan aturan pemerintah yakni protokol kesehatan physical distancing hal ini juga didasari banyaknya warga diluar sanur memanfaatkan pantai sanur untuk kegiatan pancing ikan, jogging track, senam, dll. Bahkan akibat penutupan pantai Kuta dan Seminyak beberapa wisatawan manca negara melakukan surfing board di pantai sanur. Ini membawa dampak yang tidak bagus bagi kawasan dan warga Sanur, ujar Gusde. Sabtu, (11/4).

Gusde Menjelaskan Sanur sudah ada positif di 2 desa,yakni Sanur Kauh dan Kelurahan. Ditambah kedatangan para PMI ( Pekerja Migran Indonesia). Apalagi trendnya kedepan mengalami peningkatan. UPDATE PENANGGULANGAN COVID-19 JUMAT, 10 APRIL 2020 Pemerintah Provinsi Bali, melalui Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, dapat menyampaikan perkembangan Penanganan Virus Disease Corona (Covid-19) di Provinsi Bali jumlah kumulatif pasien positif 75. Tentu ini sangat mengkhawatirkan bagi masyarakat sanur secera keseluruhan, Denpasar pada umumnya. 

Gusde memohon kasadaran masyatakat untuk tidak melakukan kegiatan di kawasan pantai sanur untuk menjaga hal- hal yang tidak diinginkan, demi kebaikan kita semua.

Gusde menegaskan untuk memutus rantai penyebaran virus corona maka perlunya semua pihak melanjutkan dengan penuh disiplin sesuai arahan pemerintah.Untuk memutus rantai penyebaran virus corona maka perlunya semua pihak melanjutkan dengan penuh disiplin untuk menggunakan masker ditempat terbuka, karena penggunaan masker memiliki dua (2) fungsi yakni bagi yang sakit (batuk dan flu) maka percikan/ droplex akan tertahan oleh masker yang menyebabkan percikan itu tidak akan keluar dan mengenai orang lain. 

Sedangkan penggunaan masker bagi yang sehat maka akan terhindar (terutama pada wajah bagian hidung, mulut dan mata) dari percikan  orang lain.  Intinya mengurangi pergerakan manusia supaya tinggal di rumah,” tegas gusde. 

Yayasan Pembangunan Sanur beserta Desa Adat dan Desa Dinas se-Sanur merupakan garda terdepan dalam monitoring kawasan. Yayasan Pembangunan sadar betul, faktor keamanan suatu kawasan wisata haruslah dijaga. YPS menjalin kerja sama berbagai unsur swadaya masyarakat untuk menjaga keamanan dan kertertiban lingkungan (kambling).

Ida Bagus Gede Sidharta menambahkan dengan pembatasan kawasan pantai Sanur dapat mencegah atau memutus mata rantai Covid-19. sehingga kedepannya masyarakat menjadi tenang dan Covid-19 dapat berakhir dengan cepat. Berharap ke depan ekonomi masyarakat menjadi normal kembali. (rd/rls/kit/kan)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *