oleh

Perajin Masker Kain, UKM Arim Sablon Kebanjiran Order

DENPASAR | Letternews.net — Merebaknya virus corona membawa berkah tersendiri bagi para pelaku Usaha Kecil Menengah (UKM) pembuat masker dari bahan kain. Banyaknya masyarakat yang membutuhkan, membuat mereka kebanjiran order sejak beberapa hari terakhir.

Salah satunya dirasakan seorang pembuat masker kain I Ketut Harimbawa (Arim Sablon). Ditemui Senin (30/03/2020), di Jalan Tukad Banyu Sari Gang 4 No. 1 Denpasar Selatan, ia mengatakan bermula usaha nya Pembuat Baju T-Shirt kerana ada pesanan pembuatan masker dan pesanan mengalami peningkatan hingga tiga kali lipat dari biasanya. Hal itu terjadi sejak kasus virus korona mulai muncul di Indoneisa kususnya Bali beberapa hari lalu.

“Sebenarnya kita membuat masker bukan karena aji mumpung adanya virus Korona ini. Tapi awalnya karena kita butuh sementara stok di pasaran sulit dan mahal. Dari situ saya kemudian mencoba membuat sendiri. Setelah jadi ternyata banyak yang pesan,” kata Arim Sablon.

Pasalnya, ia malah justru kebanjiran order karena masker yang dibuatnya merupakan ramah lingkungan yang bisa dicuci dan dipakai lagi.

Foto : Istri Arim Sablon sedang mengemas masker

Ketut Arimbawa membuat masker berbahan dasar kain disulapnya menjadi masker ramah lingkungan.

Masker buatannya dijual dengan harga Rp 10 ribu per bijinya. Di dalam masker ini juga bisa diisi tisu, sehingga udara maupun bakteri bisa tersaring dan diserap masker secara maksimal. 

“Selain itu, masker juga bisa dicuci dan dipakai lagi. Lain halnya dengan masker yang dibeli di toko dan apotek yang hanya sekali pakai dan apalagi sudah mulai langka,” jelasnya.

Proses pembuatannya pun sangat mudah, yakni hanya memerlukan penggaris, kapur, gunting, pola, dan jarum. Kain diukur dan dibuat pola masker, setelah itu kain dipotong dan dibentuk lalu dijahit menggunakan mesin jahit.

Selain mudah, bahan yang diperlukan pun sangat murah. Bahkan dalam sehari, Arim Sablon panggilan akrabnya ia juga melibatkan anggota keluarganya dalam proses pembuatannya mampu meproduksi hingga 300 masker perhari

Meski baru satu minggu membuat masker berbahan dasar kain, namun, Arim Sablon sudah kebanjiran pesanan baik dari Bali maupun NTB.

“Di apotek kan masker sekarang sudah langka. Saya iseng buat, lalu di-upload, kok banyak peminatnya. Pembeli banyak yang minta warna polos. Dan kami janji ketika sudah isu korona reda bila ada pembuatan baju kami hadiahi masker” imbuhnya. (rd/mik/tim)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *