oleh

Prof. Gede Sri Darma, Sebut lockdown Pakai Ajang Intropeksi Diri Kita

DENPASAR | Letternews.net — Virus corona yang sudah menyebar ke berbagai negara makin banyak menelan korban. Selain korban jiwa, pertumbuhan ekonomi negara-negara yang terdampak juga akan mengalami penurunan, termasuk ke Indonesia. Kusus nya Bali yang tergantung dalam pariwisatanya.

Lockdown menjadi opsi sejumlah negara di dunia dalam menekan penularan virus corona (COVID-19). Beberapa negara yang sudah memberlakukan lockdown, diantaranya Italia, Denmark, Filipina, dan Irlandia.

Lantas apa sebetulnya sisi positif dan negatif, jika lockdown diberlakukan?

Pengamat ekonomi, Prof. Gede Sri Darma, ST., MM.,DBA., ditemui Undiknas Graduate School (UGS) Jalan Waturenggong Denpasar, ) mengatakan, corona virus disease (covid-19 ) yang terjadi di hampir 117 negara merupakan ancaman luar biasa bagi perekonomian dunia. Senin, (16/3).  

Prof. Sri Darma mengibaratkan dunia saat ini mengalami “Nyepi” dalam beberap bulan ke depan. Akibatnya, mereka yang terjun dalam dunia pariwisata, entertainment, dan sport akan stagnan. Untuk mengantisipasi hal tersebut peran pemerintah sangat diharapkan bisa memberikan talangan kepada perusahaan kecil yang terdampak covid-19 tersebut. Perusahaan besar harus menggunakan keuntungan sebelumnya untuk bisa menggaji karyawannya.

Jadi seharusnya karyawan tidak dirumahkan, apalagi karyawan merupakan aset dari perusahaan. “Untuk sementara, bolehlah meminjam laba itu untuk membayar karyawan. Karena sangat tidak elok kalau karyawan dirumahkan, di tengah tidak stabilnya perekonomian,” terang Prof. Sri Darma.

Dikatakan, pemerintah pusat dan daerah harus bersinergi, terutama agar tidak terjadi inflasi di Bali akibat kelangkaan produk kebutuhan pokok masyarakat. Jadi ketahanan pangan harus terjaga, meskipun Menteri Pertanian menyatakan cadangan  bahan pangan mencukupi.

Sisi posif lockdown merupakan  kebijakan membatasi akses suatu wilayah yang terinfeksi virus corona dengan mengunci akses masuk dan keluar untuk mencegah penyebarannya tidak semakin meluas. Ucap Prof. Sri Darma.

Dia menyatakan lockdown perlu dilakukan, karena menurutnya kepentingan aspek keselamatan masyarakat Indonesia harus diutamakan.

Prof. Sri Darma, Lockdown Bisa digunakan menjadi ajang instropeksi diri kita dan berbanyak bersama keluarga di rumah supaya keharmonisan keluarga semakin erat tutup nya. (rd/tor)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *