oleh

I Gede Suardita Siap Pimpin DPD REI Provinsi Bali, Siapkan 5.000 Rumah FLPP

DENPASAR | Letternews.net — Kepemimpinan di tubuh asosiasi perusahaan properti tertua dan terbesar di Bali yakni Realestat Indonesia (REI) Provinsi Bali akan segera berahir.

Wakil Ketua bidang organisasi, keanggotaan dan diklat REI Bali, I Gede Suardita memberanikan diri menjadi calon ketua DPD REI Bali yang resmi mendaftarkan diri ke Tim Penjaringan ketua periode 2020-2023 di Kantor DPD REI, Sealasa (10/3).

Calon Ketua DPD REI Provinsi Bali periode 2020-2023, I Gede Suardita mempunyai visi REI Bali menuju pembangunan, berbudaya, merata serta membuana yang berlandaskan Tri Hita Karana serta mempunyai Misi 4 K yaitu Kompak, kerja nuyata, konsulidasi dan kerjasama.

I Gede Suardita, mengatakan Dewan Pengurus Daerah (DPD) Real Estate Indonesia (REI) Provinsi Bali ditarget menyediakan 5.000 rumah Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) sepanjang tahun 2020. Angka itu meningkat dibanding tahun 2019 yang hanya 3.500 unit hunian bersubsidi.

“Kalau kita selaku pengusaha optimis pasti yakin. Cuma kan sekarang mitra kita dimana pemerintah sebagai pemberi kuota subsidi itu biar bisa, dalam artian lebih seriuslah mengurus konsumen-konsumen MBR (masyarakat berpenghasilan rendah) ini, biar bisa mendapatkan rumah subsidi,” Kata I Gede Suardita

Suardita tak memungkiri, anggota DPD REI Bali selama ini dihadapkan dengan pembatasan kuota. Kuota dari pemerintah, dalam hal ini Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat dinilai menghambat pencapaian target pemberian FLPP. Padahal, backlog perumahan di Bali saat ini masih sangat tinggi.

Bank Tabungan Negara (BTN) sebagai salah satu penyedia FLPP pun dikatakan kewalahan memenuhi permintaan masyarakat. Ia mengungkapkan, hunian subsidi di Bali tahun 2020 berada diangka Rp168 juta.

“Kalau kita kan tetap akan selalu berjuang, bagaimana kita memperjuangkan anggota-anggota kita khususnya, bagi yang developer pelaksana rumah subsidi, dimana kreditnya FLPP tersebut, mudah-mudahan dari segi konsumen, segala macam dari pihak bank itu ada kemudahan proses dan lain-lain, terutama penambahan kuota,” ungkap Suardita yang kini maju dalam bursa Ketua DPD REI Bali periode 2020 – 2023 tersebut.

“Dalam artian, berapa yang kita bangun, yang kita pasarkan, dan kita ajukan konsumennya di bank, harapan kita itu, semua bisa terealisasi sesuai dengan yang saya sebut tadi (5.000 hunian FLPP),” lanjutnya.

Selain kuota, Suardita mengemukakan, regulasi soal prasyarat FLPP juga sangat menyulitkan konsumen. Kedepan ia berharap, perbankan dapat meningkatkan kerjasama dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Sinergitas itu dianggap mampu mempermudah calon pembeli dalam proses verifikasi FLPP.

“Dimana selama ini kan, dengan berbagai aturan-aturan yang ada itu, kesannya (syarat) menyulitkan konsumen,” pungkas Suardita. (rd/tim)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *