oleh

IFBEC Persembahkan Rancangan Buku Balinese Arak Kepada Gubernur Bali Wayan Koster

Letteranews.id, Denpasar — Salah satu bukti kekayaan budaya dari berbagai suku bangsa di Indonesia khususnya Bali merupakan minuman fermentasi yang diciptakan para leluhur bangsa ini yaitu Arak. Balinese Arak BARAK diharapkan menjadi Primadona minuman Destilasi warisan budaya khas Bali menuju panggung dunia.

Saat ini perkembangan minuman fermentasi kian populer, bukan hanya dinikmati pada acara budaya dan adat istiadat, tetapi juga Arak Bali sudah bisa dinikmati sebagai bahan campuran cocktail di ratusan hotel di Pulau Dewata.
“Produk minuman fermentasi nusantara harus dipromosikan agar mampu memiliki nilai jual dan mendukung promosi pariwisata Indonesia, kalau bisa produknya diekspor,” kata Ketua Indonesian Food & Beverage Executive Association Bali Ketut Darmayasa. Saat menemui Gubernur Bali Wayan Koster. Kamis, 12 Desember 2019

“Arak Bali harus dikembangkan sebagai salah satu budaya dan ciri khas bagi Bali, maka diperlukan riset sehingga menghasilkan minuman yang berkualitas.” Kata Ketut Darmayasa yang juga sebagai food and beverage direktur Grand Istana Rama Hotel.

Pesatnya perkembangan pariwisata Bali dan Indonesia pada umumnya dimana dilihat dari statistik kunjungan wisatawan manca Negara ke Bali melalui bandara international I Gusti ngurah rai mencapai 6,5 juta sampai akhir tahun 2018 atau ada peningkatan sekitar 10,61% dari tahun 2017 yang pencapaiannya berkisaran 5,5 juta wisatawan manca Negara,dari data tersebut Bali tetap menjadi magnet yang terus bisa menggaet wisatawan dari belahan dunia.

Disamping itu juga Bali sudah sering dinobatkan menjadi destinasi terbaik dunia dan berdasarkan release dari Tripadvisor melalui travelers choice award 2017 Bali menduduki peringkat pertama dari 25 destinasi terbaik dunia. Berbanding terbalik dengan situasi peningkatan kunjungan wisatawan mancanegara ke Bali

Arak sebagai minuman destilasi warisan nusantara khas Bali yang sudah ada turun temurun dari jaman dahulu sampai sekarang nasibnya tidak seperti tingkat kunjungan wisawatan ke Bali,Banyak petani arak di semua daerah di Bali salah satunya di desa di karangasem yang jumlah penduduknya hampir 90% bermata pencaharian sebagai petani arak mengalami banyak tantangan saat mereka menjual hasil memproduksi dan memasarkan produksinya,baik karena harga bahan baku terutama kayu bakar dan lain-lain,bahkan ada beberapa dari petani arak tersebut saat menjual hasil produksinya harus menjual secara sembunyi-sembunyi karena secara legitimasi belum memiliki payung hukum yang jelas sedangkan mereka semua dalam membiayai hidupnya hanya dari hasil bertani arak mudah-mudahan Arak Bali mendapatkan perhatian secara legitimate,mendapatkan pelatihan tentang bagaimana memproduksi arak yang baik dan berkualitas sehingga penghasilan para petani dan taraf hidupnya bisa meningkat.

Melihat fenomana tersebut maka,saya ingin menyumbangkan pemikiran dalam bentuk tulisan ini, bagaimana meningkatkan taraf hidup petani arak Bali dan menjadikan arak Bali sebagai minuman destilasi warisan budaya Khas Bali dengan mengedepankan kearifan lokal bisa Go International sehingga produksi arak Bali mampu bersaing dan tidak kalah secara kualitas dengan produk minuman beralkohol dari Negara lain.Saat ini hampir rata – rata harga jual minuman beralkohol golongan tipe C mencapai diatas 200.000,00 (Dua ratus ribu)

Melihat fenomana tersebut maka,saya ingin menyumbangkan pemikiran dalam bentuk tulisan ini, bagaimana meningkatkan taraf hidup petani arak Bali dan menjadikan arak Bali sebagai minuman destilasi warisan budaya Khas Bali dengan mengedepankan kearifan lokal bisa Go International sehingga produksi arak Bali mampu bersaing dan tidak kalah secara kualitas dengan produk minuman beralkohol dari Negara lain.

Saat ini hampir rata – rata harga jual minuman beralkohol golongan tipe C mencapai diatas 200.000,00 (Dua ratus ribu) rupiah bahkan ada yang lebih dari 1.000.000,00 (satu juta) rupiah per botol.Diharapkan baik kalangan Industri pariwisata,akademisi,pengusaha,media dan pemerintah menaruh kepedulian terhadap minuman destilasi warisan budaya khas Bali ini menjadi mascot untuk Pariwisata Bali khususnya dibidang minuman dan diharapkan minuman ini agar memiliki tata kelola industri yang baik terkait proses industri dan nilai jualnya. xiv Melihat dari sejarah bahwa arak sudah sering digunakan sejak jaman kerajaan,baik sebagai sarana upacara.jamuan maupun sebagai obat tradisional.fungsi arak sebagai sarana upacara bisa kita lihat dalam keseharian dari ratusan bahkan ribuan tahun lalu sampai sekarang orang Bali khususnya umat Hindu dalam melakukan upacara besar biasanya melakukan Tetabuhan yaitu tabuh arak, tabuh brem dan tabuh rah.hal ini sangat terkait dengan konsep TRIDATU umat hindu di Bali.

Tabuh arak dilambangkan dengan warna putih untuk bapa akasha di arah timur dan utara, Arak brem dilambangkan dengan warna merah untuk ibu bumi di arah barat dan selatan,serta tabuh rah/nyamleh dilambangkan dengan warna merah untuk segala kekuatan ada diantara keduanya.Ketiga warna inilah yang mendasari segala warna budaya tantra di Bali. Kedepan harapannya, Arak Bali menjadi produk minuman beralkohol (mikol) asli Bali yang berkualitas yang mampu menjadi tuan rumah dan Market leader di pasar mikol sejenis dengan ketepatan produksi, harga dan distribution channel serta promosi yang baik, yang pada akhirnya akan bisa melestarikan peninggalan warisan budaya leluhur khas Bali dan nilai tambah pada industri kepariwisataan dan tentunya kesejahteraan masyarakat Bali pada umumnya serta BARAK-Balinese Arak bisa menjadi spirit ketujuh dunia dan masih banyak ada harapan-harapan lain bagaimana arak Bali dapat menjadi sebuah ikon minuman khas lokal seperti layaknya Sake di Jepang dan Soju di Korea.

Berdasarkan Undang-Undang Cukai Nomor 39 Tahun 2007, minuman yang mengandung etil alkohol hasil peragian atau penyulingan yang dibuat oleh rakyat di Indonesia secara sederhana, semata-mata untuk matapencaharian dan tidak dikemas untuk penjualan eceran, tidak tergolong sebagai barang kena cukai.

Namun faktanya, permintaan pasar terhadap minuman Arak Bali semakin meningkat dan oleh karena itu diperlukan payung hukum yang jelas agar produk minuman Arak Bali diberikan kesempatan menjadi barang resmi dan tidak lagi disamakan sebagai oplosan atau barang ilegal.

“Kami berharap adanya dukungan pemerintah dalam membuatkan payung hukum untuk industri minuman Arak Bali. Tidak menutup kemungkinan, dengan dukungan tersebut mampu mendorong Arak Bali bisa menjadi salah satu minuman spirit terpopuler di dunia,” kata Ketua Indonesian Food & Beverage Executive Association Bali Ketut Darmayasa.

Arak itu minuman destilasi Di Bali ada Ribuan lebih hotel dan bar sudah menggunakan Arak Bali sebagai salah satu menu minuman beralkohol atau dijadikan bahan campuran untuk membuat cocktail. (Rudi)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *