oleh

Sembilan Kwartir Cabang Pramuka se-Bali Sepakat Bentuk SAKA POM

Letternews.id, Denpasar — Kantor Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) di Denpasar dengan Pramuka Kwarda Bali serta Kwartir Cabang (Kwarcab) Se Bali, Kamis, (31/10/2019) menggelar FGD Pembentukan Satuan Karya Pengawas Obat dan Makanan (Saka POM). Acara yang dihelat sehari di aula BPOM.

Kepala Balai Besar POM di Denpasar, I Gusti Ayu Adhi Aryapatni, menjelaskan, BPOM bekerjasama dengan Pramuka Se Bali dalam rangka keterlibatan Pramuka untuk memastikan pangan yang beredar di masyarakat aman dikonsumsi. Ini merupakan program BPOM Pusat agar membentuk Saka POM disetiap daerah di Indonesia. Disamping itu, Kerjasama ini dalam bentuk membantu BPOM untuk mengawasi obat dan makanan. Katanya saat di temui di BPOM Sabtu, (1/11).

Gusti Ayu Adhi Aryapatni juga menambahkan, bahwa Pramuka harus tahu tentang bagaimana cara mengetahui produk obat dan makanan yang layak dan tidak layak untuk dikonsumsi, mereka kemudian bisa melakukan pengecekan setiap ingin membeli produk. Bila ditemukan kesalahan dalam produk tersebut, Pramuka bisa melaporkan langsung ke Kantor BPOM di Denpasar

Lanjut dikantanya, kegiatan ini salah satu upaya dalam meningkatkan efektivitas pengawasan obat dan makanan, BPOM melakukan kerjasama kemitraan dengan berbagai komunitas masyarakat dan salah satunya yaitu Gerakan Pramuka. Gerakan Pramuka sudah memiliki tujuan yang jelas yaitu membina dan membentuk remaja, pemuda dan orang dewasa yang memiliki kepribadian yang beriman, bertakwa, berakhlak mulia, berjiwa patriotik, taat hukum, menjunjung tinggi nilai-nilai luhur bangsa, dan memiliki kecakapan hidup sebagai kader bangsa dalam menjaga dan membangun NKRI, serta mengamalkan Pancasila yang memegang peranan penting dalam menjaga dan mewujudkan demokrasi yang berintegritas, khususnya berperan membantu pemerintah di bidang pengawasan Obat dan Makanan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. Papar Gusti Ayu Adhi Aryapatni

Abdul Muthalib S, selaku andalan Kwarda Bali Urusan SAKA, mengapresiasi BPOM yang telah menyelenggarakan program seperti ini, bagi Abdul kegiatan ini bertujuan memahamkan kepada masyarakat terutama yang tergabung dalam organisasi Kepramukaan untuk lebih memahami produk makanan dan minuman layak konsumsi, serta menciptakan keterampilan (life skill) dan membentuk Saka POM, terangnya. 

Kita sepakat membentuk anggota saka Pengawasan Obat dan Makanan dengan nama Saka POM. Pramuka, Penegak dan Pandega putra dan putri yang menjadi anggota gugus depan di wilayah ranting atau cabang yang mengembangkan bakat, minat, kemampuan, dan pengalaman di bidang ketrampilan, ilmu pengetahuan dan teknologi tertentu melalui SAKA POM.

Tujuan dibentuknya Satuan Karya Pramuka Pengawasan Obat dan Makanan (SAKA POM) adalah memberi wadah pendidikan dan pembinaan bagi para Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega untuk menyalurkan minat, mengembangkan bakat, kemampuan dan pengalaman dalam bidang pengawasan obat dan makanan yang dapat menjadi bekal kehidupan dan penghidupannya untuk mengabdi pada masyarakat, bangsa dan negara serta membantu pemerintah (Badan POM) dalam penyelenggaraan pengawasan berbasis masyarakat.

Saka Pengawasan Obat dan Makanan (SAKA POM) terdiri atas 3 (Tiga) Krida Pengujian Sederhana Obat dan Makanan, Pemantauan Obat dan Makanan dan Krida Informasi Obat dan Makanan tutup Muthalib. (Rudi)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *