oleh

FPK Bali Diharapakan Jalin Komunikasi Dengan Berbagai Organisasi

Letternews.id, Denpasar — Wakil Gubernur Bali, Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati (Cok Ace) Rabu (20/10/2019) menerima kehadiran Pengurus Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) Provinsi Bali. Ketua FPK Bali Kadek W. Kusmiadewi didampingi beberapa pengurus hadir untuk melaporkan kepengurusan baru periode 2019 – 2023 dan program kerja yang akan segera dilaksanakan FPK Provinsi Bali.

Dalam kesempatan tersebut, Ketua FPK Provinsi Bali menyampaikan hadirnya Forum Pembauran Kebangsaan telah diatur di dalam Permendagri No 34 Tahun 2006.

“Forum ini diharapkan menjadi wadah informasi, komunikasi, konsultasi dan kerjasama antara warga masyarakat yang diarahkan untuk menumbuhkan, memelihara dan mengembangkan pembauran kebangsaan” jelasnya

Wakil Gubernur Bali, Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati (Cok Ace) yang juga sesuai dengan amanat Permendagri No 34 tahun 2006 adalah Ketua Dewan Pembina FPK Provinsi Bali menyampaikan dukungan atas terbentuknya kepengurusan FPK Provinsi Bali. Beliau dalam arahannya meminta FPK Bali menjalin komunikasi yang baik dengan forum-forum etnis yang ada di Bali.

“Penting FPK Bali untuk terus menjalin komunikasi dengan berbagai organisasi atau forum-forum yang mewadahi beragam etnis yang ada di Bali”

“Dengan adanya komunikasi yang baik, tentu FPK mampu mengenal problem-problem pembauran yang ada di Bali khususnya dalam rangka mengembangkan memantapkan, memelihara dan mengembangkan pembauran kebangsaan di Bali” imbuhnya

Pada kesempatan ini juga, Sekretaris DPD FPK Bali A.A. Eka Dharma Kusumawati menyampaikan rencana kegiatan yang akan dilaksanakan Bulan November oleh FPK Bali.

“Bulan November, tepat dalam rangka memperingati Hari Pahlawan, kita akan melaksanakan FGD dengan mengundang berbagai lintas etnis di Bali” ungkapnya

Forum Pembauran Kebangsaan sesuai dengan Permendagri No 34 Tahun 2006 adalah wadah informasi, komunikasi, konsultasi dan kerjasama antara warga masyarakat yang diarahkan dapat menjadi jembatan komunikasi dan koordinasi antar lintas etnis, suku, pemuka adat untuk menumbuhkan, memantapkan, memelihara dan mengembangkan pembauran kebangsaan. (Rudi)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *