oleh

ICA Regional Conference 2019, Bahas Perkembangan Teknologi Di Dunia

Letternews.id, Badung — Asosiasi Pendidikan Tinggi Ilmu Komunikasi (ASPIKOM). Dipercaya selenggarakan ICA regional conference yang merupakan kerjasama antara International Communication Assotiation (ICA). Konferensi dilaksanakan di Nusa Dua Bali, 16 – 18 Oktober 2019.

Ketua Panitia Pelaksana Konferensi komunikasi internasional Loina Paranginangin M.Si mengatakan. materi-materi akan disampaikan para pakar komunikasi internasional dari Amerika Serikat, Eropa (Jerman dan Belanda), China, Jepang, Korea, Australia, Filipina, Singapura, Thailand serta negara ASEAN lainnya, dan Indonesia sendiri selaku tuan rumah. Rabu (16/10).

Ketua Steering Committee ICA Regional Conference 2019 Dr. Dorien Kartikawangi

“Total jumlah peserta yang hadir tercatat sebanyak 250 orang yang tediri dari para akademisi, peneliti dan praktisi public relations serta pebisnis dari bebagai negara,” kata Loina.

Adapun pembicara antara lain, Prof. Terry Flew yang juga President of ICA Queensland University of Technology , Australia, Prof. Peter Monge dari University of Southern California, Prof. Janet Fulk – University of Southern California (keduanya dari USA), dan Prof. Martin Loéffelholz – Technische Universitas Ilmenau, Jerman.

Dari Asia menghadirkan Rowena Capulong Reyes, PhD – PACE, Philippines, Prof. Jantima Kheokao – ANPOR, Thailand dan Prof. Changfen Chen – APCA, China. Sementara dari Indonesia sendiri, selain pakar komunikasi juga sejumlah praktisi public relations dan pemimpin perusahaan tampil sebagai pembicara.

Konferensi ini banyak membahas mengenai perkembangan teknologi seperti artificial intelligence, big data, dan internet of things yang kini kian pesat. 

Sementara itu, Ketua Steering Committee ICA Regional Conference 2019 Dr. Dorien Kartikawangi mengatakan Ironisnya, Konferensi komunikasi internasional kali ini mengusung tema “Searching for the Next Level of Human Communication: Human, Social, and Neuro (Society 5.0) . “Tentu akan dibahas sejauh mana tantangan, resiko dan peluang yang muncul bisa disikapi dengan baik oleh masyarakat dunia, tidak saja di negara-negara barat, tetapi juga masyarakat di belahan timur dunia,”jelasnya.

Kegiatan selama dua hari itu terbagi dalam tiga agenda utama, yaitu seminar dan kuliah ahli, serta presentasi hasil penelitian dari peserta. Seminar di hari pertama membahas “Transformational Era: Anticipating Society 5.0 for Sustainability”, sedangkan seminar di hari kedua mengulas tentang “Networking in the Era of Transformation Toward Society 5.0”.

Ledakan Teknologi Informasidan Komunikasi telah membuka babak baru bagi masyarakat untuk memperoleh informasi secara otonom. Sekat-sekat informasi dengan sendirinya menghilang oleh inisiatif kuat individu yang ingin mengetahui lebih jauh apa yang terjadi sekitarnya. Setiap orang memiliki akses terhadap sumber informasidimanapun di dunia ini. Konsekuensinya, masyarakat menjadi kritis dan tanggap terhadap hal yang berkembang. Katanya.

Lebih lanjut, Dorien mengatakan pengaruh baik positif, maupun negatif sudah terlihat dan kita rasakan di tengah-tengah kehidupan masyarakat. Mulai dari perubahan cepat di sektor pendidikan, ekonomi, komunikasi, bisnis, dan dunia medis hingga sektor transportasi.

“Selain itu, pada saat yang sama sisi negative juga membayangi. Contohnya keberadaan Bioteknologi yang melanggar etika, Artificial Intelligence (AI) menyebabkan kehilangan pekerjaan, Sosmed yang menyebabkan Cyber Bullying dan berita-berita menghasut, bahkan Organisasi bisa mati karena gagal beradaptasi, dan meluasnya Cybercrime di dunia,” tambahnya.

Hal ini penting untuk diketahui bersama, mengingat globalisasi selain menghubung dan mendekatkan kalangan masyarakat di berbagai belahan dunia, namun juga melahirkan ketidakpastian yang besar. Bagaimana masyarakat menyikapinya secara sehat dan tentunya bentuk-bentuk kerjasama dan pemberdayaan. Sebut Dorien yang juga ketua program studi Universitas Katolik Indonesia Atmajaya. (Rudi)



Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *