oleh

Pramuka Denpasar Akan Gelar Pertemuan Besar Pramuka Penggalang 2019

Letternews.id, Denpasar — Kwartir gerakan pramuka cabang Denpasar akan gelar peretemuan besar para pramuka golongan pebggalang yang dinamakan Jambore Cabang (Jamcab) tingkat Denpasar tahun 2019. Pertemuan Pramuka Penggalang dari berbagai gugus depan yang berpangkalan di SMP itu rencananya akan berlangsung di bumi perkemahan Segara Mantra, Desa Serangan, Denpasar Selatan, 24 s.d. 27 Oktober mendatang.

Peserta teknikal meeting Jambore Cabang tahun 2019

Drs. I Made Arawan selaku sekretaris Cabang Denpasar, menjelaskan Jambore Cabang Denpasar nantinya akan diikuti oleh 66 Regu Penggalang se- Denpasar. “Kwartir Cabang Denpasar itu punya 4 Kwartir Ranting, namun yang sudah dipastikan ikut 33 Sekolah yang berpangkalan di SMP.” “Untuk peserta setiap gugus depan mengirimkan 2 regu yang terdiri dari satu regu putra dan satu regu putri, masing-masing regu beranggotakan 8 orang Pramuka Penggalang.” “Jadi kurang lebih ada 800 peserta lengkap dengan pembina pendamping yang akan memadati lokasi Jambore Cabang Denpasar nanti,” ujarnya saat melakukan teknikal meeting pada, sabtu (12/10/2019).

I Made Arawan menambahkan, dalam kegiatan Jambore Cabang Denpasar kali ini peserta diyakini akan memperoleh pengalaman yang menarik. Kegiatan Jambore Cabang Denpasar sendiri di dibagi 5 kelompok antaranya kegiatan umum, Upacara, Catur muka fiets, Welcome party, karnaval, olahraga, anjangsana, ibadah. Kegiatan wisata dan petualangan, Wisata Mangrove, beach challenge. Kegiatan Pengetahuan, ceramah narkoba, Sistem pendidikan aman bencana, permainan tradisional. Kegiatan Ketrampilan, video reportase, wajah plastik, festival layang-layang. Kegiatan Scouting Skill. Pionering Project, PPGD, Panorama sket, taksir ukur. Dan kegiatan ketrampilan tradisional. Kuliner khas Bali, Gebongan bunga, dan pembuatan kelangsah.

“Melalui kegiatan Jamcab yang diselenggarakan tahunan ini kami ingin memperkenalkan kenapa adik-adik yang sekaligus menjadi momentum bagi kita semua untuk melestarikan beragam kesenian tradisional yang dimiliki Bali sehingga tetap hidup dan bahkan mampu dikenal di mata dunia. Untuk itu, mari bersama kita lestarikan kekayaan budaya yang kita miliki dan mendukung pelestarian nilai-nilai budaya serta kearifan lokal dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), terangnya.

I Made Arawan juga mengajak seluruh anggota Pramuka Cabang Denpasar untuk menyadari betapa pentingnya membangun kebudayaan di daerah-daerah. Karena budaya menjadi cerminan jati diri bangsa dalam memperkuat pondasi Pancasila. 

“Tujuannya bukan semata-mata memunculkan simbol tetapi dapat diterjemahkan dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam lingkup individual, sosial maupun dalam lingkup institusi negara,” Tutup pria yang juga Kepala sekolah SMP Negeri 9 Denpasar itu. (Rudi)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *