oleh

910 Layangan Mengudara Di Closing Bali Kite Festival 2019

Letternews.id, Denpasar — Persatuan Layang-layang Indonesia Daerah Bali (Pelangi Bali) sebagai salah satu wadah organisasi pelayang di Bali, pada hari Minggu (6/10), mengadakan Closing Bali Kite Festival ke-41 tahun 2019 bertempat di Pantai Padanggalak Denpasar Timur. Acara ini merupakan kegiatan penutupan serangkaian lomba layang-layang yang berada di bawah pengawasan Pelangi Bali dimulai sejak Juni 2019 lalu.

Layangan Jenis Bebean Mengudara


Closing Bali Kite Festival ke-41 Tahun 2019 kali ini diikuti oleh 910 buah layangan yang terdaftar ikut serta pada perlombaan tersebut.

Pada perlombaan ini diperlombakan hanya 3 jenis layangan tradisional yaitu jenis layangan Bebean, Pecukan dan Janggan Buntut dengan kategori Remaja dan Dewasa. Perlombaan sendiri dimulai dari pukul 10.00 wita dan berakhir pukul 18.00 wita.


Pembukaan Closing Bali Kite Festival ke-41 dibuka langsung oleh Drs. I Gusti Putu Rai Andayana selaku Ketua Umum Pelangi Bali yang dilanjutkan dengan mengudaranya seri pertama jenis layangan Bebean Remaja. Masyarakat tumpah ruah datang menyaksikan lomba kali ini. Sekitar 5000 orang memadati pantai Padanggalak Denpasar Timur.


Sejak dimulai pertama kali pada bulan Juni lalu, sekitar 25 penyelenggara sudah melaksanakan kegiatan lomba-layang diseluruh Bali dibawah pengawasan Pelangi Bali selaku induk organisasi pelayang di Bali.


Seperti diketahui, di Bali sudah banyak terbentuk organisasi pelayang yang mewadahi seluruh pecinta layang-layang. Hampir disetiap Kabupaten/Kota di Bali sudah memiliki wadah pelayang. Seperti Pelangi Badung, Pelangi Denpasar, Pelangi Tabanan, Pelangi Gianyar, Pelangi Klungkung, Pelangi Jembrana dan banyak lagi organisasi serupa di Bali. Tujuannya sama, yaitu menjaga warisan budaya Bali yaitu layang-layang tradisional Bali.


Sejumlah pelayang saat ditemui dilapangan mengatakan event ini memang ditunggu-tunggu pelaksanaannya. Karena event ini hanya melombakan 3 jenis layangan saja. Sehingga layangan yang dimiliki oleh setiap pelayang dapat terdaftar dan mengudara secara baik. Apalagi ditambah dengan adanya seri Bebean Big Size yang bentang sayapnya mencapai 8 meter hingga 9 meter. Ini merupakan wujud kesuksesan dan kebahagian luar biasa layangannya bias mengudara dengan baik.


Satu lagi harapan para pelayang di Bali agar lapangan atau tempat untuk menaikkan layangan tetap tersedia dan tidak disalahgunakan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab. Contohnya Pantai Padanggalak ini. Dari sekian tahun lokasi ini menjadi tempat favorit pelayang di Bali dalam menaikkan sekaligus melombakan layangannya. Harapannya agar Pemerintah tetap memberikan ruang dan tempat untuk para pelayang guna melestarikan warisan budaya tradisional Bali yaitu layang-layang. (Ariek)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *