oleh

BPJS Ketenagakerjaan BANUSPA Bagi Helm dan Sosialisasi Program Promotif Preventif 2019

Letternews.id, Denpasar – BPJS Ketenagakerjaan Banuspa melakukan sosialisasi dan peluncuran program Promotif Preventif tahun 2019 serta pembagian Helm dan safety Riding. Acara yang mengusung tema ” BPJS Ketenagakerjaan peduli keselamatan kerja mewujudkan kebahagian kelurga”.

Pemerintah Provinsi Bali dalam hal ini Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Bali, I Gede Samsi Gunartha, menyambut baik program promotif preventif tahun 2019 yang dilakukan BPJS Ketenagakerjaan Bali Nusa Tenggara dan Papua (BANUSPA) dengan pembagian 320 helm dan safety riding serta sosialisasi tentang keamanan berkendara. Program yang baru diluncurkan oleh BPJS Ketenagakerjaan pada tahun ini dalam rangka untuk mengurangi risiko kerja terutama kecelakaan lalu lintas.

BPJS Ketenagakerjaan BANUSPA Bagi Helm dan Sosialisasi Program Promotif Preventif 2019

“Pemerintah tentunya sangat menyambut baik program promotif preventif. Ini terus menerus dikampanyekan untuk memastikan agar masyarakat kita mulai menghargai nyawa sendiri dan bukti sayang kepada keluarga. Sosialisasi ini menjadi sangat penting untuk bisa mengurangi risiko-risiko dari kecelakaan kerja yang timbul terutama di jalan raya,” kata I Gede Samsi Gunartha setelah memberikan helm kepada peserta toring, Kamis, (19/9) di Pantai Mertesari Sanur.

Asisten Deputi Wilayah Bidang Pelayanan, Sang Made Semadi mengatakan berdasarkan data BPJS Ketenagakerjaan, pada 2019 tercatat 840 kasus kecelakaan kerja yang terjadi “Oleh karena itu, saya mengajak masyarakat dengan kegiatan ini juga semakin berhati-hati mengendarai kendaraan khususnya sepeda motor di jalan raya. Kalau bawa motor gunakan helm, jaga diri kita demi keluarga. Intinya aspek dalam keselamatan kerja itu diprioritaskan,” katanya

Saat ini BPJS Ketenagakerjaan sudah menyelenggarakan empat program antara lain Jaminan Kecelakaan Kerja, Jaminan Pensiun, Jaminan Hari Tua, dan Jaminan Kematian.

Saat ini BPJS Ketenagakerjaan sudah menyelenggarakan 4 program antara lain Jaminan Kecelakaan Kerja, Jaminan Pensiun, Jaminan Hari Tua, dan Jaminan Kematian. Dalam kesempatan ini, Menaker Hanif kembali mengusulkan BPJS Ketenagakerjaan untuk mengkaji penerapan dua program jaminan sosial baru yaitu Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP) dan Jaminan Pelatihan Sertifikasi (JPS). JKP semacam unemployment benefit untuk meng-cover sebagian biaya hidup pekerja yang terkena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) dalam kurun waktu tertentu. “Dengan adanya jaminan kehilangan pekerjaan itu untuk menciptakan kemajuan dan kenyamanan di dalam menghadapi pasar tenaga kerja yang semakin fleksibel,” kata Sang Made Semadi. (Rudi)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *