oleh

Dedi Ruslan : Desa Penatahan, Tabanan Siap Menjadi Sentral Pertanian Dan Peternakan

Saat ini tren destinasi pariwisata dunia mengarah kepada nilai-nilai kelestarian lingkungan dan budaya kearifan lokal serta berkelanjutan (sustainable) nampaknya akan segera terwujud di Subak Desa Penatahan, Kecamatan Penebel Kabupaten Tabanan yang memiliki pancaran mata air panas yang mengalir serta pola tanam padi organik (go green) dengan panorama alam yang indah.

“Subak Penatahan memiliki potensi kepariwisataan dengan nilai tinggi dan cocok dijadikan pusat edukasi pendidikan budi daya pertanian dengan teknologi ramah lingkungan, apalagi pariwisata berbasis pelestarian lingkungan sangat diminati oleh turis mancanegara (wisman),” ungkap Dedi Ruslan, Anggota Penasehat Ekonomi Forum Bela Negara (FBN) Bali, di Sekolah Alam (KOLAM) Subak Desa Penatahan, Kecamatan Penebel, Tabanan Bali, Selasa (10/9/2019).

Dedi Ruslan tinjau kandang kambing

Kolam sendiri memiliki 4 mata air panas dan dingin yang gencar memberikan diseminasi informasi berupa edukasi tata kelola budi daya pertanian non organik yang berbasis teknologi ramah lingkungan. Dengan cakupan luas sekitar 4 hektar dengan padi serta buah-buahan organik dan peternakan kambing dan sapi.

Dedi Ruslan tinjau perpustakaan

Menurutnya, Tempat ini memiliki kualitas kadar PH air yang ideal untuk bercocok tanam dan wisata spa heritage, tinggal disusun roadmap perencanaan dan penataan yang terukur dengan melibatkan peranserta penduduk lokal terutama Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) untuk memaksimalkan potensi ini sekaligus mengedukasi masyarakat bahwa sesungguhnya beras organik itu sesungguhnya tidaklah mahal seperti yang tertanam di mindset masih kebanyakan orang karena dapat dibeli dengan harga hemat.

Dedi meyakini bahwa kedepan, destinasi yang berbasis pelestarian ekosistem lingkungan menjadi paradigma pariwisata yang baru. @Rudi.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *